web tracker Kata Siapa Kakek dan Nenek Nggak Boleh Pakai Behel - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Kata Siapa Kakek dan Nenek Nggak Boleh Pakai Behel

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook49Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Selain pertanyaan tentang usia paling muda untuk memulai perawatan ortodonti, pertanyaan yang juga sering ditanyakan adalah usia paling tua untuk mendapatkan perawatan. Kepercayaan yang berkembang di masyarakat mengatakan bahwa pemakaian behel hanya boleh untuk anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Usia 30 tahun-an dianggap sudah terlalu tua dan tidak memungkinkan perawatan ortodontik untuk dilakukan.

Data menunjukkan pasien dewasa hanya berkisar 15%-30% dari total pasien yang mendapatkan perawatan ortodonti di Amerika. Padahal, gigi yang berjejal dan tidak rapi lebih banyak dialami oleh orang dewasa dibandingkan anak-anak. Banyak hal yang membuat orang dewasa baru menyadari kebutuhan untuk memakai behel. Maloklusi yang semakin parah, baru mendapatkan akses ke dokter gigi spesialis ortodonti, atau baru dapat menyiapkan biaya perawatan behel setelah mapan. Akibatnya perawatan baru bisa dimulai setelah pasien agak berumur.

Struktur jaringan pendukung gigi yang penting dalam pemakaian behel adalah jaringan periodontal, terutama membran periodontal dan tulang alveolar, yang berperan untuk pertumbuhan tulang baru. Jika struktur ini sehat, maka gigi pasien masih dapat digerakkan ke posisi seharusnya. Oleh karena itu, pasien dewasa yang ingin memakai behel harus bebas dari gingivitis dan periodontitis. Pasien dapat berkonsultasi ke dokter gigi spesialis periodontik sebelum memulai perawatan.

Meskipun begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasien dewasa. Pertama adalah kecepatan pertumbuhan tulang yang tidak sebaik pasien muda, sehingga perawatan bisa berjalan lebih lama. Perlu diperhatikan juga efek perawatan terhadap sendi rahang yang semakin kurang fleksibel. Tampilan wajah pasien akan berubah selama perawatan akibat adanya behel yang bisa mempengaruhi kepercayaan diri. Pada pasien yang sudah lanjut, sering terdapat tampilan gigi yang aus atau kehilangan gigi yang tidak bisa dimanipulasi sehingga pasien mungkin membutuhkan penambalan atau pembuatan gigi palsu setelah perawatan.

Untuk perawatan yang sesuai bagi keluhan gigi Anda yang tidak rapi, segera konsultasi ke dokter gigi spesialis ortodontik agar mendapatkan solusi yang tepat.

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Mitos Seputar Behel #1 “Behel = Fashion Keki...
views 297
Penulis : drg. Liquisa Eka Shanty, Sp. Ort Dilihat dari aspek manapun, behel atau kawat gigi tidak ada unsur fashionnya.Hati-hati dengan berbaga...
Mitos Seputar Behel #2 “Behel Murah Sama Aja...
views 2454
Penulis : drg. Liquisa Eka Shanty, Sp. Ort Ini sangat salah kaprah, mari kita telisik perbedaan pemasangan behel di tukang gigi / salon (yang murah)...
Retainer Kansal: Sebuah Retainer Ortodontik Lepasa...
views 100
Retainer Kansal merupakan retainer lepasan dan retainer ortodontik tooth-borne yang memiliki komponen kawat dan akrilik. Komponen kawatnya termasuk la...
Perlukah Saya Pakai Behel?
views 69
Maloklusi adalah kelainan susunan gigi yang berbeda dari posisi idealnya, seperti gigi berjejal, gigi berjarak, gigitan terbalik, dan sebagainya. Malo...
Bolehkah Makan Obat Saat Sakit Gigi Karena Pakai B...
views 130
Pemakaian behel bertujuan untuk membuat gigi berada dalam posisi idealnya. Untuk mencapai tujuan tersebut gigi perlu didorong, ditarik, ditinggikan, d...
Yang Harus Dilakukan Jika Gigi Si Kecil Berantakan
views 117
Pertanyaan yang sering diajukan oleh orangtua terkait kondisi gigi anaknya adalah waktu untuk dimulainya perawatan ortodonti. Terkadang susunan gigi d...
Bisa Kok Pakai Behel Tanpa Cabut Gigi
views 321
Salah satu hal yang ditakuti para calon pengguna behel adalah mitos tentang keharusan mencabut gigi sebelum perawatan. Banyak yang takut mencabut gigi...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook49Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0