“Karir Dokter Gigi Seperti Apa ya, Saya Nanti?”

Tahukah Anda berapa jumlah dokter gigi yang telah resmi terdaftar di Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)?

Indonesia telah memiliki lulusan dokter gigi sebanyak 35.663 dokter gigi umum dan spesialis berdasar e-sertifikasi kompetensi (sumber: pdgi.or.id diakses 9 Agustus 2020).

Saat ini bahkan terdapat 32 Fakultas/Prodi Pendidikan Kedokteran Gigi di Indonesia. Sayangnya, Institusi pendidikan tersebut masih mendominasi di Pulau Jawa. Lantas muncul pertanyaan besar, “Apakah semua lulusan dokter gigi yang ada nanti, akan 100% berkarir menjadi klinisi dokter gigi?”

32 Nama Dan Alamat Kampus FKG Di Seluruh Indonesia

Pasti bahagia sekali bila Anda saat ini telah menjadi seorang dokter gigi baru (fresh graduate) yang baru saja lulus ujian kompetensi dan melaksanakan sumpah dokter. Rasanya, suka dan duka selama pendidikan dokter gigi berpadu dalam euphoria wisuda pelepasan bukan? Esoknya, Anda pun mulai berfikir langkah memiliki karir dokter gigi yang telah diimpikan selama ini. Jika Dilan bisa ramalkan dan menebak kata hati Milea dalam film bioskopnya yang Anda minati. Maka dalam artikel ini, saya juga ingin mencoba meramal kata hati untuk masa depan Anda.

Curhatan Dokter Gigi Freshgraduate

The majority of the young dentist will consider as a clinician in the hospital/private clinic, and they have a dream to continue their study in the specialist program. Therefore, they should prepare their experiences as a clinician, and also, they will collect their funds to support it. As time goes by, some of them will change their mind when they realize that dentist has many preferences to be a success in career.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua dokter gigi berkarir pada sektor klinisi saja, namun juga di sektor lain. Artikel ini menggambarkan 5 karir dokter gigi yang dapat menjadi pilihan untuk mengembangkan dan mengaplikasikan ilmunya di masyarakat:

Pertama, klinisi/tenaga fungsional 

Seperti yang kita ketahui lulusan Pendidikan dokter gigi bertujuan untuk mencetak dokter gigi yang profesional yang dapat mengabdikan keilmuannya di masyarakat. Oleh karena itu, mayoritas dari lulusan dokter gigi akan menjalankan karirnya sebagai tenaga fungsional, baik di Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, atau institusi lainnya yang menyediakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Seorang dokter gigi juga memiliki kesempatan untuk berkarir di jalur pemerintah seperti; dokter gigi PNS atau menjadi petugas kesehatan haji Indonesia. Jika seorang dokter gigi memiliki passion untuk mendalami keilmuannya dan memiliki kesempatan, maka dokter gigi dapat melanjutkan di program studi spesialis. Saat ini ada 8 pilihan program spesialis kedokteran gigi dan mulut di Indonesia, seperti:

  • Konservasi,
  • Bedah Mulut,
  • Prostodonsia,
  • Ortodonsia,
  • Kedokteran Gigi Anak,
  • Periodonsia,
  • Penyakit Mulut,
  • dan Radiologi Kedokteran Gigi.

Selain itu, ada juga beberapa dokter gigi yang memilih mengembangkan keilmuannya melalui studi atau course (pelatihan) di luar negeri. Pada sektor ini, beberapa dokter gigi klinisi juga memiliki kesempatan untuk menjadi pembicara pada seminar, yang tentunya harus memiliki kemampuan dan pengalaman klinis yang berbeda dari yang lainnya.

Kedua, manajerial/struktural

Jika Anda menyukai aktualisasi diri dalam manajerial atau berkaitan dengan kebijakan kesehatan, maka Anda sebagai dokter gigi bisa mengambil peran dalam stuktural di organisasi kesehatan, baik di Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, BPJS, atau Rumah Sakit.

Pada karir ini kebanyakan dokter gigi akan melanjutkan studi S2 di Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, misalnya manajemen rumah sakit, asuransi kesehatan, epidemiologi, dsb.

Menariknya, sudah banyak lulusan dokter gigi yang mencapai jabatan struktural tertinggi, sebagai direktur utama di Rumah Sakit. Semakin banyak dokter gigi yang berperan di sektor ini, maka akan semakin baik untuk mendorong pemerintah menjadikan kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu primary concern di Indonesia.

Ketiga, akademisi/peneliti 

Dokter gigi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan karirnya di dunia Pendidikan, baik sebagai dosen tetap atau dosen tamu.

Selain di Perguruan Tinggi, dokter gigi juga dapat menjadi pengajar di Poltekes ataupun institusi pendidikan kesehatan lainnya yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut. Sebagian dokter gigi juga dapat bekerja sebagai peneliti di lembaga penelitian, seperti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Dalam sektor ini, dokter gigi harus melanjutkan studi minimal jenjang S2, dan untuk mengoptimalkan karinya di lembaga penelitian atau Perguruan Tinggi, diharapkan dokter gigi bisa melanjutkan studi hingga S3.

Keempat, dentalpreneur

Istilah ini digunakan untuk menerangkan aktifitas wirausaha yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut.

Jika Anda mempunyai ketertarikan menjadi seorang pengusaha, maka Anda sebagai dokter gigi mempunyai peluang menjadi dentalpreneur. Di era digital, dentalpreneur tidak hanya berhubungan dengan pembuatan klinik gigi, penyediaan bahan dan alat dokter gigi, tapi juga berkaitan dengan membangun platform digital di bidang kesehatan gigi dan mulut yang semakin hari semakin dibutuhkan oleh masyarakat.

Kelima, perwiran TNI/POLRI

Dokter gigi diberikan kesempatan berkarir menjadi seorang perwira di lemabaga pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang tentunya memiliki syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi dalam pendaftarannya.

Pada sektor ini, hanya sebagian kecil dokter gigi yang terlibat dibandingkan dengan sektor lainnya, salah satu alasannya karena keterbatasan jumlah dokter gigi yang dapat direkrut sebagai perwira TNI/POLRI. Dokter gigi juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan karirnya sebagai tenaga fungsional atau struktural yang di dasari pada kebutuhan SDM di institusi TNI/POLRI.

Demikian gambaran dari 5 sektor karir seorang dokter gigi, yang bisa Anda pilih setelah menjadi dokter gigi. Menariknya, banyak dokter gigi yang menjalankan lebih dari 1 sektor dalam menjalankan aktifitasnya.

Teruntuk Anda para calon mahasiswa/mahasiswa kedokteran gigi dan mulut atau dokter gigi muda, mulailah berpikir dan menyiapkan diri untuk memilih sektor apa yang paling tepat untuk dirimu sebagai lulusan dokter gigi. “By failing to prepare, you are preparing to fail” -Benjamin Franklin-.

Terimakasih,

Mohammad Fadyl Yunizar – Graduate Student of Oral Sciences, Tokushima University

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.