Karena Banyak Wanita, Penyebaran Dokter Gigi Tidak Merata. Benarkah?

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
image from http://www.alodokter.com
image from http://www.alodokter.com

Universitas Gadjah Mada (UGM) melantik 58 dokter gigi lulusan baru. Sama seperti sejarah berdirinya yang didominasi wanita, lulusan dokter gigi UGM terbaru ini juga masih milik kaum Hawa. Karena didominasi wanita, penyebaran dokter gigi lulusan UGM masih kurang menyebar di daerah terpencil.

“Sejak FKG UGM pertama berdiri, umumnya memang didominasi oleh mahasiswa wanita. Mungkin itulah yang menjadi kendala mengapa penyebaran dokter gigi di Indonesia tidak merata. Dalam memilih daerah tempat bekerja, dokter gigi wanita cenderung menyesuaikan atau mengikuti daerah tempat kerja suami. Selain itu, mungkin dokter gigi wanita juga jarang memilih daerah sangat terpencil sebagai tempat bekerja,” kata Prof. Dr. drg. Iwa Sutardjo RS., Sp. KGA (K), dekan FKG UGM saat pidato pelantikan dokter gigi periode Agustus 2011.

Pelantikan dokter gigi baru UGM itu dilaksanakan pada 23 Agustus 2011. Pada pelantikan kali ini, UGM meluluskan 58 dokter gigi baru yang terdiri dari 48 orang dokter gigi wanita dan 10 orang dokter gigi pria. Lulusan termuda pada pelantikan dokter gigi periode Agustus 2011, yaitu dengan usia 22 tahun 8 bulan.

Sejak pertama berdiri FKG UGM sudah meluluskan 3.536 dokter gigi yang telah tersebar di seluruh dunia. Sebagian dokter gigi lulusan FKG UGM ada yang bekerja di luar negeri, namun sayangnya penyebaran dokter gigi di Indonesia justru belum merata. Dari 3.536 dokter gigi yang telah diluluskan oleh FKG UGM, terdiri dari 2.565 dokter gigi wanita dan 971 dokter gigi pria.

Dokter gigi baru yang telah dilantik pada periode Agustus 2011 diharapkan dapat menjadi tenaga kesehatan yang profesional yang dapat memenuhi tuntutan masyarakat. Dokter gigi baru yang telah dilantik pun diharapkan untuk terus mengembangkan ilmu dan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan medisnya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan terbaru.

Masa studi normal di FKG UGM adalah 5 tahun 8 bulan, dengan 4 tahun masa studi S1 dan 1 tahun 8 bulan masa studi kepaniteraan (coass). Namun menurut Prof Iwa, masa studi di FKG UGM pun seringkali molor sehingga sebagian besar mahasiswa FKG UGM tidak lulus tepat waktu.

Molornya masa studi mahasiswa FKG memang disebabkan oleh banyak faktor. FKG mungkin dapat disebut sebagai fakultas yang mencekam, kata seorang dokter gigi baru, yang mewakili dokter gigi baru saat pidato sambutan dalam pelantikan dokter gigi periode Agustus 2011, Selasa (23/8/2011).

“Molornya masa studi mahasiswa FKG UGM menyebabkan stagnasi mahasiswa FKG UGM. Stagnasi tersebut pun dapat berimbas pada akreditasi fakultas,” kata Prof Iwa.

Untuk mengatasi masalah stagnasi tersebut, pihak dekanat FKG UGM merancang program khusus (prosus). Prosus difokuskan untuk melacak mahasiswa FKG UGM yang belum lulus dan telah lama tidak aktif dalam kegiatan akademis.

Sebelum penutupan pelantikan dokter gigi periode Agustus 2011, diumumkan 3 pemenang Dentistry Award oleh drg Titik Ismiyati MS, Sp Pros(K), selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Umum dan Sumber Daya Manusia (Wadek II).

Dentistry Award merupakan penghargaan yang diberikan pada mahasiswa FKG UGM yang berprestasi yang diberikan kepada dokter gigi baru saat pelantikan dokter gigi. Ketiga pemenang Dentistry Award periode Agustus 2011, yaitu:
Juara I: drg. Raras Ajeng Enggardipta
Juara II: drg. Niswati Fathmah Rosyida
Juara III: drg. Elisabeth Atrinasari.

Sumber tulisan :

http://health.detik.com

Note : gambar hanya ilustrasi

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.