web tracker Jika Istrimu Seorang Dokter Gigi - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Jika Istrimu Seorang Dokter Gigi

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook1.6kShare on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn16
Ads
Advertisement

Menikahi dokter gigi? Adakah terbayang dalam benakmu sebelumnya? Di benakku, sudah. Ketika aku menikahi dokter gigi nanti, aku membayangkan rumah nyaman serba berkecukupan, makanan bergizi dengan sensasi rasa surga, beragam gadget canggih, ruangan klinik dengan peralatan mutakhir dan bahan serta obat-obatan berkualitas tinggi, bonus dua mobil keluaran terbaru. Haha. Bercanda. Kuharap bukan hal-hal seperti itu yang berkelebat di kepalamu ketika kau diminta membayangkan masa depanmu jika menikahi seorang dokter gigi.

Kalau kiranya nanti aku jadi dokter gigi, aku harap kau mau menemaniku setiap saat. Menghadapi dan merawat pasien, memilih alat, membeli bahan, menghadiri seminar, membaca jurnal sebelum tidur–ah begitu adanya kalau hidupku hanya tentang profesi. Kau mau? Maaf, tapi permintaan-permintaan itu lahir dari pengalaman selama aku menjalani jenjang profesi ini. Berat benar menjalani hari-hari di klinik sebagai koas, jika sendirian.

Aku tidak ingin kau menolak sebagian yang tak kausuka dariku. Rasanya tak akan jauh berbeda seperti ketika ditolak oleh pasien. Kalau ada yang tak kausuka dariku, sampaikan dengan baik, dan tetaplah menyertaiku, jangan menjauh.

Aku tidak ingin kau mengatakan aku tidak mampu, ketika aku tak mengerti bahasa lisan dan isyarat tubuhmu. Rasanya sama sekali tidak menyenangkan, seperti ketika instruktur dalam klinik memberiku nasehat dengan nada suara tinggi dan sikap tidak bersahabat.

Aku juga tidak ingin kau diam saja kalau melihatku kebingungan dalam mengatasi sesuatu. Cukup sekali aku merasakan yang seperti itu, ketika aku mengerjakan pasien tanpa mendapat bantuan dari rekan koas lain.

Rekan hidupku, walau aku bercerita banyak tentang profesiku nanti, namun bukan seperti itu yang kuinginkan dalam membangun rumah tangga kita. Rumah tangga bukan hanya tentang menyatukan dua orang dewasa dengan profesinya masing-masing. Rumah tangga adalah pondasi suatu generasi. Dalam berumah tangga nanti, aku akan sepenuhnya patuh padamu. Bagaimanapun juga, kau-lah kapten dalam bahtera kita. Aku akan jadi mualim 1,2, juga 3-nya. Aku nanti akan menyertaimu, mendukung dakwahmu, membesarkan dan menjaga anak-anakmu, memastikan mereka mendapat cukup ilmu dan kasih sayang kita, menyiapkan mereka menjadi anak-anak yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa. Maaf kalau aku tidak punya banyak perumpamaan manis dalam mengutarakan maksudku mengabdi padamu. Tapi kuharap dengan tulisan ini kau mengerti. Hehe.

Terakhir, satu pertanyaan dariku: Kalau nanti Tuhan memberiku amanah sebagai yang bertanggung jawab di klinik membantu orang-orang yang sakit gigi, ridho-kah kau atas takdir itu?

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –  – – – – – – – – – – –  – –

Submitted :

Ashri Ratnasari

FKG Universitas Airlangga

Terima kasih

http://kurniawangunadi.tumblr. com/post/68200776574/ceritajika-16-jika-istrimu-seorang-dokter-gigi

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook1.6kShare on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn16