Istilah Kedokteran Gigi Galau

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

1. Kurva Spee

Kadang, aku merasa senasib dengan kurva spee. Soalnya, hatiku juga spee.

Itu sepi, Mz! Sepi! Bisa aje lu, remah debris!

 

2. Akrilik

Bisa dibilang, aku adalah akrilik. Ya, akrilik. AKu RIndu dimiLIKi

 

3. Perkusi

Aku akui. Sebisa-bisanya aku mengetuk gigi untuk mendiagnosa gigi, aku tetap tak bisa mengetuk pintu hatimu supaya terbuka untukku.

 

4. Mengunyah satu sisi

Tentu, mengunyah satu sisi bukanlah kebiasaan yang baik. Gigi bisa berkarang. Begitu pula dengan mencintai satu sisi; bertepuk sebelah tangan. Hatiku bisa berkarang, Mz.

 

5. Chlorethyl

Aku sudah terbiasa bermain dengan dinginnya chlorethyl. Tapi, tidak dengan dinginnya perlakuan kamu ke aku. He 🙂

 

6. Guttapercha

Guttapercha, guttapercha apa yang menyakitkan? Guttaperchaya dirimu meninggalkan aku untuk memilih dirinya.

 

7. Shoulder

Aku selalu memperhitungkan shoulder waktu preparasi gigi. Tapi, aku lupa memperhitungkan kalau aku nggak punya shoulder to cry on 🙁 . Numpang nangis di bahu jalan sajalah.

 

8. Pre-klinik

Waktu aku masih sibuk pre-klinik, teman-temanku yang lain sedang sibuk pre-wedding. Nikmati saja perih ini.

 

9. Kuvet

Hai, kuvet. Aku ingin bertanya. Kamu wadah memendam bukan? Aku ingin memendam perasaan. Hatiku sudah tak kuat menampungnya.

 

10. Persistensi

Se-persistensi itukah kamu, Mantanku? Kenangan tentangmu tetap tak mau pergi walaupun aku sudah ada pengganti.

 

 

 

 

 

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.