Inovasi Alat Perawatan Gigi Dari Limbah Kulit Udang Buatan Mahasiswa FKG UGM

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Scaling atau perawatan pembersihan gigi dari plak, pewarnaan, maupun karang gigi menjadi salah satu perawatan gigi yang sering dilakukan oleh pasien ketika berkunjung ke dokter gigi. Namun, banyak orang yang tidak menyadari bahwa scaling gigi justru dapat mengakibatkan kerusakan pada permukaan gigi. Masalah ini mendorong lima mahasiswa UGM untuk membuat inovasi tip scaler untuk perawatan scaling yang diberi nama SCATIN.

Maria Febritania Wahyuni Huri, Eltrin Khotimah Maharti, Hamzah Sukma Anggoro, dan Larissa Sambudi dari Fakultas Kedokteran Gigi serta Adalatul Laksmi Fisuki dari Fakultas Farmasi melakukan penelitian inovasi tip scaler ini di bawah bimbingan Dr. drg, Archadian Nuryanti, M.Kes. Melalui penelitian ini mereka berupaya untuk mencari pengganti tip scaler berbahan logam karena strukturnya yang keras dapat menimbulkan kerusakan gigi.

“Kami mencoba untuk menggali bahan-bahan yang relatif kuat dengan struktur yang lebih lunak dari gigi sehingga dapat tetap menyalurkan getaran ultrasonik dari mesin scaler namun tidak merusak permukaan gigi. Akhirnya kami menemukan bahan tersebut, yaitu kitosan,” tutur Laksmi.

Kitosan sendiri, lanjutnya, merupakan bahan yang biokompatibel, tidak toksik, dan dapat dijadikan film atau lapisan selain juga kuat dan antimikroba sehingga dapat sekaligus mencegah infeksi selama scaling. Kitosan yang mereka gunakan merupakan kitosan dari kulit udang yang selama ini kurang dimanfaatkan sehingga cenderung menjadi limbah yang menimbulkan pencemaran.

Dengan pengolahan lebih lanjut, para mahasiswa ini berhasil menjadikan kitosan limbah kulit udang tersebut sebagai disposable tip scaler yang  tidak merusak permukaan gigi,antimikroba dan aman.

Lebih lanjut Laksmi menjelaskan, produk mereka memiliki keunggulan three in one. Selain tidak merusak permukaan gigi karena terbuat dari bahan yang lebih lunak dan biokompatibel di rongga mulut yaitu resin akrilik yang diberi salut kitosan, SCATIN juga memiliki salut kitosan di permukaannya yang bersifat antimikroba sehingga sekaligus mengurangi prevalensi infeksi saat scaling gigi.

Tidak hanya itu, keunggulan lain dari inovasi mahasiswa ini adalah penggunaannya yang lebih aman karena bersifat disposable atau sekali pakai sehingga dapat menghindari terjadinya penularan penyakit antarpasien dari tip scaler yang biasanya dipakai berulang kali dari satu pasien ke pasien lain.

Walaupun dilakukan proses sterilisasi sebelumnya, namun jika proses sterilisasi kurang baik, atau karena keterbatasan alat untuk sterilisasi di daerah pelosok misalnya, tip scaler semacam ini dapat menjadi sumber penyebaran penyakit dari satu pasien ke pasien lain, yang dampaknya dapat sangat fatal,” imbuhnya.

Hasil penelitian in vitro yang mereka lakukan membuktikan bahwa SCATIN mampu meminimalisir kerusakan permukaan gigi pasca scaling, antimikroba, serta dapat membersihkan gigi dengan optimal. Dalam waktu mendatang, kelima mahasiswa ini akan melakukan proses penelitian lanjutan scara in vivo agar produk mereka dapat dikembangkan atau diproduksi secara massal.

“Kami berpikir untuk mengembangkan desain produk hasil penelitian kami, karena tip scaler hasil penelitian kami agak lebih tebal dari scaler biasanya, sehingga kami ingin mengembangkan desainnya agar lebih menyamai  tip scaler logam sehingga lebih kompatibel lagi untuk membersihkan area gigi yang sulit terjangkau,” pungkas Laksmi.

Terima kasih

http://ugm.ac.id

Berikan Komentar Disini

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM Ciptakan Inovasi Buat Minimalisir In...
views 345
Sejumlah mahasiswa UGM berhasil mengembangkan dental light arm  (Del-Arm) yang dapat menggantikan dokter saat memeriksa gigi hanya dengan isyarat tang...
Tang Cabut Gigi Bongkar Pasang Temuan Redoncep UGM
views 644
Tang cabut gigi memegang peranan yang penting dalam dunia kesehatan di Indonesia. Menurut Riskesdas tahun 2007, 72,1% rakyat Indonesia mengalami gigi ...
Di Tangan Mahasiswa Ini, Jaring Laba-Laba Bisa Per...
views 339
Siapa sangka jaring laba-laba bisa mempercepat penyembuhan luka cabut gigi? Ya, ditangan empat mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UGM, jaring laba-lab...
Tootells : Inovasi Gigi Berbicara Untuk Tuna Netra
views 438
Tujuannya sederhana, membantu kalangan tunanetra mengenal lebih jauh mengenai pentinganya kesehatan gigi dan mulut. Lima orang mahasiswa UGM membuat a...
Mediglow : Permudah Dokter Gigi Periksa Pasien
views 564
Lima mahasiswa UGM berhasil mengembangkan Portable Medical Finger Glow (Mediglow) untuk mempermudah tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan gigi. Mer...
FKG UGM : Begini Caranya Perkenalkan Cuci Tangan Y...
views 470
Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM punya cara yang unik untuk menyambut Dies Natalis mereka yang ke-68. Dalam acara pembukaan, Jumat (8/1), civitas ak...
Passing Grade Kedokteran Gigi UGM Tahun 2016
views 7468
Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengeluarkan informasi jumlah resmi pendaftar strata satu tahun 2015 lewat jalur SNMPTN. Informasi berupa data jum...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.