web tracker Ini Lho 4 Peran Orang Tua Agar Anak Tidak Takut Ke Dokter Gigi - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Ini Lho 4 Peran Orang Tua Agar Anak Tidak Takut Ke Dokter Gigi

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Berkunjung ke dokter gigi bisa menjadi hal yang sangat merepotkan jika anak Anda takut. Anak akan merengek ketakutan dan menjerit padahal giginya sudah berlubang. Hal ini biasanya disebabkan pengalaman buruk si kecil ketika pergi ke dokter gigi pertama kali. Mungkin saat itu anak Anda yang sedang sakit gigi trauma akibat perasaan bercampur antara sakit dan takut dengan peralatan dokter. Peran Anda sebagai orang tua dan dokter gigi untuk mengurangi rasa takut ini sangat tinggi.

Drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent MDSc dari PT Unilever Indonesia mengatakan bahwa anak yang peduli dengan kesehatan giginya dapat menjadi agen perubahan. “Kita jangan meng-underestimate anak, tidak jarang anak yang peduli terhadap kesehatan giginya justru membuat orang tuanya lebih rajin menyikat gigi dan peduli terhadap kesehatan mulut dan gigi mereka,” ucap drg Mirah dalam sebuah acara di Jakarta.

Baca Juga :

image from http://majalahkartini.co.id/
image from http://majalahkartini.co.id/

Peran Orang Tua

Peran orang tua tentunya dimulai sejak dini, yaitu dengan mengajarkan anak untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Namun ketika gigi anak sudah terlanjur berlubang ada beberapa cara yang dapat diterapkan orang tua agar ia tidak takut ke dokter gigi.

  1. Jelaskan tujuan Anda mengajaknya ke dokter gigi, usahakan agar kegiatan ke dokter gigi ini seperti rutinitas tanpa harus menunggu gigi anak Anda sakit. Pergilah ke dokter gigi untuk memeriksa kesehatan mulut minimal enam bulan sekali.
  2. Jawab segala pertanyaan anak Anda dengan jelas dan hindari kata-kata yang menakutkan seperti “sakit”, “ngilu”, atau “nyeri”. Untuk pertanyaan yang sulit, jelaskan kepada anak bahwa dokter gigi lah yang bisa menjawab pertanyaan itu, semua dokter gigi sudah terlatih untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan anak Anda dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti.
  3. Jika Anda memiliki pengalaman buruk dengan dokter gigi, jangan ceritakan hal itu kepada anak. Anda cukup menjelaskan tahap-tahap apa saja yang akan dilewati anak dengan bahasa yang ringan.
  4. Jangan janjikan hadiah apapun untuk anak Anda apabila ia mau pergi ke dokter. Hal ini akan membuat seolah pergi ke dokter bukanlah rutinitas.

Baca Juga : Benjolan Pengganggu di Mulut Anak Yang Harus Diwaspadai Oleh Bunda

 

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0