web tracker Imunisasi Gigi : Jangan Rusak Cita-Citamu Karena Gigimu - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Imunisasi Gigi : Jangan Rusak Cita-Citamu Karena Gigimu

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook22Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Cita-cita harus kandas sebelum berusaha itu perih rasanya. Hal yang sama pun dirasakan dokter gigi Budi Rukhiyat kala mendengar anak muda di sekitarnya tak bisa jadi pilot atau tentara gara-gara gigi berlubang.

“Kalau anak-anak SD giginya sudah hancur, apalagi gigi geraham wah… Padahal gigi penting sekali untuk masuk ke angkatan laut. Kalau gigi rusak, ribut dia, hancur mimpi-mimpinya,” kata Budi saat ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta pada acara Nakes Teladan 2016.

Tak ingin gigi anak-anak di wilayah kerjanya–Puskesmas Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan– rusak dan bisa mengandaskan cita-cita mereka, dokter Budi mencetuskan ide program imunisasi gigi di 2015.

“Ini inovasi simpel saja dan sebenarnya sudah ada di dalam dunia kedokteran yakni mengoleskan flour ke lapisan gigi. Sifatnya sih preventif untuk mencegah gigi berlubang,” tutur dokter gigi lulusan sebuah universitas swasta di Yogyakarta.

BACA JUGA :

DRG. UDIJANTO : ADA BAHAYA TERSEMBUNYI JIKA SERING MENGGUNAKAN MOUTHWASH

Sejak 2016, program imunisasi gigi pun berjalan di sekolah-sekolah dasar di sana. Targetnya, anak-anak kelas empat hingga enam SD.

“Jadi kami jemput bola, mendatangi sekolah-sekolah. Diawali dengan sikat gigi massal nahsesudahnya dengan imunisasi gigi,” kata dokter kelahiran 1987 ini.

Dengan cara ini, dokter Budi bisa sekaligus memberikan informasi mengenai cara menjaga kesehatan mulut yang benar. Diharapkan anak-anak di desa terpencil seperti di wilayah kerjanya bebas dari karies gigi.

“Walaupun anak-anak ini berasal dari daerah terpencil, kami usahakan bebas karies gigi,” tutur dokter Budi semangat.

Agar bisa menjalankan program imunisasi gigi tentu butuh dukungan banyak pihak. Namun fakta di lapangan, dokter gigi di Puskesmas Kurau hanyalah dokter Budi seorang dibantu dengan satu perawat.

Tapi hal itu tidak menyurutkan niat tulus dokter kelahiran Palangkaraya ini. Ia kemudian mencoba mendekati masyarakat langsung untuk mengimplementasi program imunisasi gigi ini.

“Ada kader-kader masyarakat yang bantu program ini. Jadi sejauh ini kader kami berasal dari guru-guru,” tutur dokter gigi Budi.

Ide yang menurutnya sederhana namun diterapkan dengan penuh inovasi membuat dokter gigi Budi menjadi salah satu dari 216 Tenaga Kesehatan Teladan 2016 oleh Kementerian Kesehatan. Ia berhasil menyisihkan dokter gigi lain di tingkat kabupaten bahkan provinsi yang tak kalah hebatnya.

“Terpilih dari kabupaten saja sudah merasa bangga. Apalagi provinsi hingga nasional. Dan penghargaan dari Kemenkes ini jadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi,” pungkasnya.

ARTIKEL POPULER MINGGU INI :

Apa Saja Sih Pelayanan Kesehatan Gigi Yang Ditanggung BPJS?

Berapa Lama Sih Biar Jadi Dokter Gigi?

Soimah Dan 5 Artis Ini Habiskan Rp 98 Juta Demi Gigi Putih Dan Rapi

Veneer gigi: Macam, Prosedur, Kelebihan Dan Kekurangannya

Karang Gigi : Ancaman Yang Disepelekan

Terima kasih :

http://health.liputan6.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook22Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0