website statistics
Home > Berita > Hayo Mana Dulu? Sikat Gigi Dulu Atau Makan Dulu

Hayo Mana Dulu? Sikat Gigi Dulu Atau Makan Dulu

Advertisement
Advertisement

Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi.

Potongan lirik lagu anak-anak tersebut tampaknya harus segera dimodifikasi. Pasalnya, ada informasi yang kurang tepat disampaikan di dalam lirik tersebut.

Sebagian besar orang Indonesia disinyalir kurang peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Sementara, ada juga yang sudah memiliki kesadaran namun sayangnya belum menerapkan perawatan yang tepat. Salah satu contohnya, kebiasaan menyikat gigi setelah bangun tidur seperti diajarkan lagu di atas.

Prof Melanie Sadono Djamil mengungkapkan, menyikat gigi di pagi hari baiknya dilakukan setelah sarapan pagi, bukan setelah bangun tidur.

“Perlu disosialisasikan bahwa sikat gigi yang benar dan baik itu setelah sarapan pagi dan malam hari sebelum tidur,” kata Melanie saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang mendahulukan sikat gigi pagi terlebih dulu baru sarapan ternyata berdampak kurang baik bagi kesehatan rongga mulut. Pasalnya, sisa makanan akan terus menempel di sela gigi sepanjang hari dan membentuk biofilm yang bisa merusak gigi.

“Seharusnya itu yang benar sarapan dulu, baru sikat gigi. Bukan sebaliknya,” ujar Ketua Divisi Pendidikan dan Litbang Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)Melanie Sadono Djamil, saat peluncuran Listerine Multi Protect, Kamis (29/01/2015).

Oleh karena itu, dia menganjurkan masyarakat untuk mengubah kebiasaannya. Sebaiknya, setiap pagi setelah bangun tidur kita hendaknya minum air putih, lalu berkumur dengan mouthwash, sarapan pagi, baru dilanjutkan dengan mandi dan gosok gigi. Dengan demikian, kebersihan rongga mulut terjaga dari makanan sisa sarapan.

Studi Listerine menunjukkan bahwa penggunaan obat kumur dapat melawan kuman di mulut hingga 99,9%, dan penggunaan secara berkala dapat mengurangi beberapa masalah gigi dan mulu, seperti mengurangi pembentukan plak hingga 56%, menjaga kesehatan gigi dan mengurangi radang gusi hingga 36%.

BACA JUGA : DRG. UDIJANTO : ADA BAHAYA TERSEMBUNYI JIKA SERING MENGGUNAKAN MOUTHWASH

Selain itu, sebagian orang juga lebih rajin menyikat gigi lebih dari dua kali sehari, misalnya setiap selepas makan. Namun ternyata, langsung menyikat gigi atau berkumur selepas makan juga perlu dihindari.

“Sikat gigi itu 15 atau 20 menit setelah makan. Berikan kesempatan kepada saliva (air liur) untuk membantu proses pencernaan karena alfa amilase dan enzim lainnya dilepaskan setelah makan,” kata Melanie.

Dia memaparkan, bagaimanapun zat-zat kimia yang terkandung dalam pasta gigi atau obat kumur (mouthwash) dapat mencegah bekerjanya enzim-enzim pembantu tahap awal pencernaan yang dilepaskan di dalam rongga mulut.

“Perhatikan juga waktu berkumur, berkumurlah setelah rongga mulut cukup bersih. Berkumur dapat membantu mengeliminasi bakteri-bakteri yang tersisa setelah menyikat gigi,” katanya menambahkan.

BACA JUGA : MAU TAHU BAHAYANYA KALO KAMU BERBAGI SIKAT GIGI?

Berkumur menggunakan larutan kumur dapat melepaskan sisa-sisa kotoran yang tidak terjangkau sikat gigi, termasuk di antaranya biofilm (lapisan tipis sekumpulan bakteri yang menempel di sela-sela gigi). Meski demikian, berkumur juga tidak baik jika dilakukan terlalu sering.

“Mouthwash itu untuk kesegaran dan cegah bakteri. Jadi, saya rasa dua kali sehari sudah paling tepat, sudah cukup bijaksana,” ujar Melanie menyarankan.

Sedangkan, bagi anak-anak, menyikat gigi menggunakan pasta gigi dan obat kumur baiknya diajarkan setelah anak cukup dewasa, yaitu umumnya di atas umur enam tahun.

“Yang penting anak-anak sudah bisa berkumur dan meludah, agar jangan ditelan,” tandas dokter gigi yang merupakan Ketua Divisi Pendidikan dan Litbang PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) tersebut.

TERNYATA NO 1 ORANG MALAS KE DOKTER GIGI BUKAN TAKUT TAPI HAL INI PENYEBABNYA

bor-dokter-gigi

 

Terima kasih :

http://lifestyle.bisnis.com

http://www.cnnindonesia.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id