website statistics
Home > Ilmiah > Haruskah Endodontis Melakukan Implantasi?

Haruskah Endodontis Melakukan Implantasi?

Advertisement
Advertisement

Oleh L. Stephen Buchanan, DDS, FICD, FACD

 

Opini kedua adalah hal yang lazim dalam dunia kedokteran, dapat terjadi karena dokter mengalami kasus yang sulit atau pasien yang tidak yakin bagaimana selanjutnya bertindak. Untuk konteks majalah kami, opini adalah milik pembaca. Artikel ini dapat menjadi tempat bagi para dokter gigi untuk berbagi opini mengenai topik-topik yang beragam, sehingga dapat memberikan “opini kedua”bagi sesama dokter gigi. Mungkin beberapa diskusi ini akan mengubah pola pikiranmu, sementara yang lain akan memperkuat pemikiranmu mengenai suatu kasus. Pada akhirnya, tujuan kami adalah untuk melakukan diskusi dan debat untuk memperkaya profesi kita sebagai dokter gigi.

-Thomas Giaccobi, DDS, FAGD, Editorial Director, Dentaltown Magazine

 

Dalam beberapa tahun terakhir, pertanyaan “haruskah endodontist melakukan implantasi?” selalu mengusik pikiran hampir setiap endondontist di Amerika serikat, atau mungkin juga dunia. Opini-opini yang bermunculan berbeda-beda dari ya, mungkin nanti, hingga tidak. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan kepada para dokter gigi umumakan keuntungan dari endondontist dalam melakukan implantasi ketika dalam perawatan saluran akar (PSA) dinyatakan tidak dapat diselamatkan, tetapi juga untuk menjawab kekhawatiran para endodontist yang menjawab “mungkin nanti”. Endodontist yang mengatakan tidak.

Untuk dokter gigi umum, memiliki endodontist yang dapat melakukan implantasi adalah suatu hal positif. Jika endodontist lokal melakukan prosedur implantasi dan ia bukan merupakan yang anda inginkan untuk melakukannya kepada pasien anda, maka katakan saja “tidak” ketika dia memintanya.

Anda tidak akan mendapatkan argumen, dan jika anda menjawab “tidak” beberapa kali lagi, maka endodontist lokal anda tidak akan meminta, dia akan langsung merujuk pasien anda dengan gigi yang tak terselamatkan kepada dokter gigi spesialis bedah mulut lain pilihan anda.

Bahwa jika dokter gigi lebih menyukai merujuk kepada dokter gigi spesialis bedah mulut lain, endondontist yang telah terlatih untuk melakukan implantasi cenderung menjadi sekelas dengan dokter gigi umum (GP) ketika berhadapan dengan perencanaan perawatan untuk gigi yang salah. Endondontist yang mampu melakukan pemasangan implan paling sedikit terkena bias dibandingkan spesialis lain yang juga meletakkan implan, hal ini karena mereka adalah satu-satunya dokter bedah implan yang dapat melakukan prosedur lainnya.

Implan merupakan salah satu kemajuan terbesar dalam sejarah kedokteran gigi. Implan telah mengubah setiap cabang spesialisasi (mungkin terkecuali pedodontik) dan praktek dokter gigi secara umum, tetapi saya belum pernah melihatnya begitu mendekati spesialisasi endodontik.

Pemasangan implan telah mengubah praktek periodontal secara besar-besaran dari semula hanya spesialisasi yang sangat biasa menjadi bidang spesialisasi yang sangat keren, efektif dan menguntungkan. Kemajuan yang telah dibawa oleh para periodontist menjadikan teknologi implan benar-benar diminati. Spesialisasi prosthodontik juga telah berkembang pada tingkat yang sama. Prosthodontist biasanya berhadapan pada kasus gigi tiruan lengkap dengan dekonstruksi mulut yang lambat dengan beberapa pilihan gigi tiruan sebagian setelah beberapa waktu tertentu. Saat ini, dengan penempatan implan yang tepat, prosthodontist menjadi seperti Superman – mereka dapat meletakkan apapun kembali seperti sediakala.

Sebagaimana yang dilakukan oleh para periodontist 20 tahun yang lalu, banyak endondontist yang sekarang telah terlatih dan bedah implan merupakan salah satu bagian yang signifikan dari praktek mereka. Tetapi mereka (kita) masih merupakan minoritas dalam spesialisasi ini, sehingga mayoritas perubahan dari perawatan endodontik menjadi implan jarang terjadi secara langsung, tetapi dengan meningkatkan pengetahuan mengenai rencana perawatanyang baik, dengan demikian akan menambah kesuksesan kita.

Keuntungan terbesar dari perubahan-perubahan tersebut adalah kita tak perlu lagi melakukan tindakan endo yang heroik untuk menyelamatkan gigi karies yang merupakan penyokong terdistal dalam rahang. Kebanyakan gigi yang telah dilakukan hemiseksi dan amputasi akar oleh periodontist pada era terdahulu, telah dapat ditangani oleh endondontis, hanya sedikit sekali terjadi kegagalan yang disebabkan oleh tekanan pengunyahan antagonisnya oleh karena hanya didukung oleh akar yang lebih kecil dibandingkan antagonisnya.

Sedangkan di sisi endo yang heroik, perubahan positif terbesar yang dibawa era implan adalah dengan adanya endondontis yang dapat memasang implan. Ketika kolega saya menanyakan bagaimana dengan seorang endondontist yang tidak terlatih di bidang pemasangan implan di dalam pendidikan spesialisnya, dapat merasionalisasikan bedah implan dalam praktek mereka, maka saya menjawab:

  1. Setiap dokter gigi memasang implan, termasuk orthodontist. Satu-satunya golongan dokter gigi yang berpikir endodontist tidak seharusnya meletakkan implan adalah dokter gigi implan yang minder dan endondontist yang tidak benar-benar merasa nyaman melakukan bedah endodontik.
  2. Mayoritas periodontist juga tidak dilatih untuk memasang implan dalam program pendidikan spesialisnya, tetapi mereka dapat melakukan pekerjaan yang luar biasa. Apakah para periodontist lebih tidak nyaman ketika mereka mulai memotong tulang dekat sinus maksilaris dan canalis nervus mandibula? Endondontist yang melakukan pembedahan apikal pada gigi premolar dan molar selama karirnya biasanya tidak tertarik dengan situasi ini.
  3. Tidak ada pasien yang ingin menemui spesialis lain setelah endodontist menyimpulkan prognosisnya terbalik.
  4. Endodontist yang dapat memasang implan menawarkan pilihan yang paling tidak biasa mengenai penyelamatan gigi dengan PSA yang gagal; apakah dengan melakukan retreatment atau menggantinya dengan Titanium. Penggantian implan dalam praktek dokter gigi telah populer dengan dokter gigi perujuk saya sejak awal. Endodontis generasi baru akan dilatih untuk memasang implan dalampelatihanimplan Post-doctoral.

 

Lebih jauh untuk para endodontist, harap berhentilah menggunjingkan kegagalan endodontik para GP, hal itu hanya akan membuat mereka merujuk pada kegagalan mereka pada kasus-kasus berikutnya pada periodontist atau dokter gigi bedah mulut yang akan bertindak iseng dengan berpendapat bahwa perawatan saluran akar merupakan perawatan yang tidak berfungsi dengan baik, sebaliknya akan membebaskan GP dari tanggung jawab sementara membangun praktek implannya sendiri. Selain itu, harap berhentilah melakukan retreatment pada gigi yang sudah tidak dapat dipertahankan, halini akan membuat PSA terlihat seperti hanya sebagai penjaga ruang untuk implan.

Kepada para periodontist dan dokter gigi bedah mulut, PSA apabila dilakukan dengan benar, dapat bekerja sebagaimana kerja implan. Mayoritas PSA dilakukan oleh GP dengan bakat yang bermacam-macam, dan hal tersebut belum termasuk variasi dalam berbagai keilmuan spesialisasi.

Dokter gigi bedah implan yang menggunjingkan PSA sebagai sebuah prosedur yang remeh adalah sama sebagaimana endodontist yang tidak mau membahas masalah implan. Harap diingat bahwa para GP hanya merujuk kegagalan PSA kepada anda. Tidak ada satu pun dari mereka yang telah melakukan PSA dengan sukses kepada periodontist atau dokter gigibedah mulut dan mengatakan, “Kawan-kawan! Lihatlah! Hasil yang bagus dari endo, benarkah?” para GP hanya merujuk kegagalan PSA kepada dokter gigibedah implan favorit mereka.

Pelayanan terbaik kepada pasien dengan kegagalan PSA selalu dirujuk kepada spesialis endondontik dengan bakat yang besar, pertimbangan lain dan kemudahan akses terhadap CT cone beam. Idealnya, ketika prognosis mungkin terbalik, rujuklah pasien anda kepada seorang spesialis endodontik dengan bakat, pertimbangan, pencitraan 3D, dan kecintaan yang sama terhadap bedah implan.

Perawatan saluran akar dapat dilakukan melalui persiapan akses kavitas yang luar biasa dan belum pernah dilakuan dengan lebih mudah untuk menangani sistem saluran akar yang menjangkau apical secara penuh dan perluasan saluran akar lateral. Seorang endondontist berpengalaman melalui jalan konvensional dan operasi, dapat menangani permasalahan di dalam gigi tanpa merusak integritas struktur dari batas antar gigi.

 

Kesimpulan

Waktunya telah tiba bagi para endondontist untuk mempertimbangkan diri mereka sebagai spesialis, daripada dokter gigi dengan sertifikat spesialis yang hanya melakukan prosedur retreatment nonbedah yang banyak GP asumsikan dapat mereka lakukan sendiri. Jika anda ingin menjadi spesialis, jadilah spesial.

Artikel ini ditulis untuk membuka wawasan dokter gigi mengenai implan yang dilakukan oleh endodontist sehingga dapat memperkaya wawasan dan mengembangkan keilmuan dokter gigi serta tidak untuk kepentingan menyudutkan satu atau beberapa pihak. Selamat bekerja dan selalu mengembangkan keahlian demi kesehatan pasien.

Sumber gambar

http://www.silbermanendodontics.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id