web tracker Fluoride Varnish dan Silver Diamine Fluoride: Analisis Pelepasan Fluoride dan Panduan Klinis - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Fluoride Varnish dan Silver Diamine Fluoride: Analisis Pelepasan Fluoride dan Panduan Klinis

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook12Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Saat ini, pilihan perawatan baru untuk karies gigi tersedia bagi dokter gigi dan pasien dengan alat dan bahan yang semakin lengkap. Karena perkembangan karies melibatkan berbagai faktor dalam spektrum yang luas, memilih perawatan yang tepat dan pada waktu yang tepat sangat penting untuk keberhasilan perawatan.

Berdasarkan artikel yang dipublikasikan oleh ADA (American Dental Association), salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi perkembangan karies adalah dengan menggunakan prosedur non-invasif berupa aplikasi bahan remineralisasi topikal terutama pada lesi karies yang baru berkembang. Bahan yang paling sering digunakan adalah yang mengandung fluoride karena telah terbukti dapat membantu proses remineralisasi gigi dengan cara pembentukan fluorapatit.

Fluoride Varnish dan Silver Diamine Fluoride

Dua produk non-invasif yaitu fluoride varnish dan silver diamine fluoride (SDF) yang tujuan utamanya ditunjukkan untuk mengatasi hipersensitivitas gigi, ternyata juga biasa digunakan untuk menangani lesi karies pada tahap yang berbeda dalam proses pengembangannya. Dari keduanya, fluoride varnish bekerja paling baik dalam pencegahan lesi karies baru dan untuk mengatasi lesi non-kavitas yang ada; sedangkan SDF paling efektif bila digunakan untuk menghentikan perkembangan karies pada tahap pembentukan kavitas.

Fluoride varnish merupakan salah satu bahan fluoride yang paling banyak di gunakan oleh dokter gigi untuk mengatasi masalah perkembangan karies awal. ADA Clinical Evaluator (ACE) melakukan pengamatan pada alasan penggunaan fluoride varnish dari 350 responden yang rata-rata telah menggunakan fluoride varnish selama kurang dari lima tahun, 74% menyatakan menggunakan fluoride varnish karena kemudahan dalam pengaplikasian bahan, sedangkan 46% memilih karena alasan pelepasan fluoride dari produk fluoride varnish tertentu.

Lain halnya dengan SDF yang merupakan produk yang lebih baru dibandingkan dengan fluoride varnish, sehingga beberapa dokter gigi mungkin belum familiar dengan produk ini. Sebuah studi terbaru dari ACE menemukan bahwa hanya sebagian kecil (16%) dokter gigi yang menggunakan SDF untuk perawatan gigi dalam hitungan bulanan, dan 78% anggota panel ACE yang disurvei mengatakan bahwa mereka tidak pernah menggunakannya.

Selain itu, hasil dari panel ACE juga menunjukkan bahwa SDF bukanlah solusi ideal untuk semua orang karena meninggalkan noda hitam permanen pada gigi, hal ini disebabkan karena kandungan perak dari bahan tersebut.

Akan tetapi, perawatan ini bisa menjadi alternatif perawatan yang berguna untuk pasien dengan masalah mobilitas, masalah akses ke perawatan gigi, atau untuk pasien yang mencari alternatif perawatan non-invasif.

Dalam studi yang sama, analisis tujuan penggunaan fluoride dari 350 dokter gigi menujukkan bahwa 77% dokter gigi menggunakan fluoride untuk pasien dengan risiko karies tinggi, 33% karena masalah hipersensitifitas, dan 22% untuk pencegahan karies pada pasien dengan risiko karies rendah. Dari hasil penelusuran ACE juga menunjukkan bahwa kedua produk tersebut dapat meningkatkan rencana perawatan karies jika digunakan dengan benar.

Sumber:

Fluoride Varnish and Silver Diamine Fluoride: Fluoride Release Analysis and Clinical Guidance

ACE Panel Report

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook12Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0