web tracker drg. Salvi Raini : Dokter Gigi Yang Berjuang Melawan Penyalahgunaan Narkoba - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

drg. Salvi Raini : Dokter Gigi Yang Berjuang Melawan Penyalahgunaan Narkoba

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

salvi raini

Salvi Raini, adalah seorang puteri asli kelahiran Bukittinggi, yang menyelesaikan pendidikannya di sebagai dokter gigi di Bandung. Karena kecintaannya dan kerinduannya untuk membangun kampung halamannya, selepas menyelesaikan studinya sebagai dokter gigi, Salvi mengajukan permohonan agar dapat ditugaskan di daerah kelahirannya.

Keinginan Salvi terwujud, dan hingga saat ini, Salvi telah 15 tahun mengabdi di daerah asalnya, dan selama 9 tahun terakhir, Salvi bertugas sebagai Kepala Puskesmas di Kecamatan Biaro, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Salvi adalah sosok kepala puskemas yang penuh inisiatif yang mempunyai ketekunan dan pemikiran-pemikiran yang inovatif sebagai alat terobosan perbaikan kesehatan di daerahnya.

Di tahun 2005, digerakkan oleh kenyataan bahwa permasalahan narkoba di daerahnya belum mempunyai wadah yang memungkinkan bagi warga untuk mendapatkan pengobatan dan rehabilitasi, Salvi mengajukan proposal, sehingga Salvi mendapatkan kesempatan melakukan studi banding bersama beberapa orang timnya di BNN Jakarta.

Saat memulai programnya, Salvi menghadapi tantangan budaya dan adat yang cukup ketat di daerah kerjanya, di mana permasalahan narkoba masih dianggap sebagai suatu hal tabu yang tidak pantas untuk diungkapkan ke publik. Sehingga sering kali warga yang keluarganya terjerumus ke dalam permasalahan narkoba, tidak mengetahui kemana harus mencari bantuan pemulihan bagi anggota keluarganya dari kecanduan obat-obatan. Dengan menutupi permasalahan ini, justru membuka resiko bagi terjadinya penularan penyakit akibat penggunaan narkoba, seperti HIV dan AIDS.

Salvi mengambil langkah yang mendobrak kebiasaan ini dengan melakukan pendekatan dan penyuluhan kepada warga, sehingga para korban narkoba tidak segan dan takut untuk mendapatkan pengobatan dan rehabilitasi. Salvi juga melakukan pendekatan ke pihak kepolisian, sehingga pasien pecandu narkoba tidak mempunyai rasa takut akan ditahan bila berkonsultasi di Puskesmas Biaro.

Sebagai bagian dari komitmen Salvi melawan penyalahgunaan narkoba, Salvi berinisiatif mendirikan Klinik Sehati di Puskemas Biaro yang menyediakan konsultasi bagi remaja dengan permasalahan umum di kalangan remaja seperti masalah reproduksi dan juga konsultasi narkoba. Seorang tenaga tetap psikolog juga ditempatkan di Puskesmas Biaro untuk memberikan layanan konseling. Konsultasi di Klinik Sehati hanya memungut biaya yang sangat murah, yaitu Rp 3,500,- setiap kali konseling.

Pelayanan di bidang narkoba ini tidak hanya berlangsung bagi masyarakat di Agam, tetapi juga dilakukan oleh Salvi bersama staffnya saat melakukan pengobatan di Lapas IIA, Bukittinggi, yang termasuk dalam salah satu wilayah kerja Puskesmas Biaro. Salvi melihat bahwa ternyata 60-70% tahanan di Lapas IIA Bukittinggi mempunyai permasalahan dengan narkoba. Karena itu Salvi tergerak memberikan konsultasi rutin serta bantuan pengobatan bagi narapidana yang menderita HIV/ AIDS.

Salvi juga berinisiatif untuk bekerja sama dengan Kesbanglinmas Kabupaten Agam untuk memberdayakan para pemuda yang mempunyai latar belakang sebagai bekas pecandu narkoba, sehingga mereka dapat menjadi tenaga penjangkau untuk memantau keberadaan pemakai narkoba di wilayahnya masing-masing.

Inovasi Salvi, tidak hanya terhenti pada kegiatan pemberatasan narkoba. Di tahun 2008, dengan mengandalkan dana sekitar Rp 3 juta, Salvi berinisiatif mendirikan Radio Sehati di salah satu ruangan mungil di lingkungan Puskesmas Biaro untuk membagikan pengetahuan bagi masyarakat tentang perilaku hidup sehat dan memberikan konsultasi mengenai hal yang berkaitan dengan kesehatan.

Radio Sehati yang dipancarkan pada gelombang 101.1 FM dan buah dari pemikiran Salvi berhasil menjangkau sekitar 10 kecamatan di sekitarnya. Kadang kala Radio Sehati bekerja sama untuk melakukan relay melalui Radio Agro 107.7 FM sehingga memperluas wilayah siaran menjadi 22 kecamatan.

Radio hasil inisiatif Salvi ini sering kali mendatangkan pembicara dari seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Agam, dan bahkan telah menerima kunjungan dari Tim Kesehatan Wapres, Bapak Bupati Agam, Camat Biaro, dan juga para petugas dari Dinas Kesehatan Sumatera Barat.

Salvi, adalah figur putra daerah yang tidak berhenti menyumbangkan pemikiran baru bagi daerahnya. Untuk mendekatkan dengan para remaja dan generasi muda, Salvi menciptakan Program Kesehatan Peduli Remaja yang sering kali melakukan survey terhadap perilaku generasi muda di bidang reproduksi dan narkoba di sekolah-sekolah.

Tidak berhenti di situ, Puskesmas Biaro juga membina kerja sama dengan pihak sekolah dan guru BP dalam memberikan penyuluhan sebagai bagian dari Program Kesehatan Reproduksi Esensial (PKRE) yang berhasil menjadi salah satu proyek percontohan di Sumatera Barat. Kerja sama juga meluas hingga ke beberapa pesantren dan menjadi bagian dari program Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) yang memberikan pelatihan bagi kader santri siaga di pondok pesantren.

Kecerdasan Salvi dalam membuat proposal, berhasil membuat Salvi untuk mendapatkan dana yang digunakannya untuk membangun beberapa Posyandu, yang hingga kini masih terus berlanjut.

Semua pemikiran inovatif Salvi, telah berhasil membawa Salvi berkali-kali terpilih menjadi dokter teladan baik di tingkat kabupaten, propinsi, hingga ke tingkat nasional. Tetapi terlebih dari itu, Salvi adalah sosok seorang tenaga kesehatan dengan pengabdian yang tuntas, yang tidak pernah lelah memberikan pemikiran baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, bagi daerah kelahirannya.

Sumber tulisan :

http://www.agammediacenter.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0