Belum Selesai Pasang GTSL, Ditinggal Ke Luar Pulau By drg. Devasari Gemi Nastiti

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Penulis : drg. Devasari Gemi Nastiti

Sejawat senior yg giat mengupas perihal tukang gigi salah satunya drg. Azrial Azwar, Sp.BM. saya lupa detailnya, yang jelas waktu AMED bulan Desember 2015, beliau sempat chit-chat menggebu-gebu topik ini sebelum kelas dimulai.
– – – – –
Wah, ternyata yang lagi dibahas… pemilik lapaknya di Jambi, walau jauh 2 jam ke kota Jambi, desa di salah satu kabupatennya, di tempat saya sedang PTT, teringat betul ada pasien dari tukang gigi datang ingin minta dilepas protesanya yg masih terdapat radiks (common case), kemudian pasien dengan insisalnya diasah/dipangur sampai dentin, pasien dengan braces minta tolong dicabut giginya atas pesan dari tukang giginya mana2 aja yang ‘mesti’ dicabut, lalu yang paling mengherankan ada pasien dengan kondisi rahang bawah ditutup dengan “dua (2) protesa GTSL”, alias double, bertumpuk. Momen kagetnya, saat disuruh lepas GTSL RB untuk lihat lebih jelas gigi yang dikeluhkan, ternyata setelah dilepas… masih ada GTSL lagi (GTSL yang paling dalam otomatis tidak dapat dilepas, common case khas tukang gigi), bisa dibayangkan aromanya.

Tukang gigi di desa saya PTT kebanyakan pendatang dari Pulau Jawa, plesiran ke tempat2 terpencil beberapa pekan mencari ‘proyek’, setelah itu kembali lagi ke Jawa. Mirisnya ‘pasien’ yang belum selesai pasang GTSL… sama sekali tidak ditinggalkan kontak yang dapat dihubungi, efek samping kemudian datang, pasien pun bingung, tak dapat menahan rasa, lalu berkunjung ke puskesmas sebagai jalan terakhir, seperti biasa… kami hanya berikan obat saja, sampaikan edukasi, enggan untuk lakukan tindakan apapun sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat. sempat tahun lalu saya dengar lewat siaran radio di desa, tukang gigi beriklan lewat media ini. sungguh brilian!

Kiranya itu saja fakta yang bisa saya laporkan, sayangnya untuk foto tidak didokumentasikan sebab sikon saat itu tidak memungkinkan.

Untuk mengakhiri curah pendapat ini, In Syaa Allah kita semua dapat selalu mengingat bahwa di Hari Akhir nanti, sudah ada Yang Maha Adil, Sang Hakim Agung yang akan menilai perbuatan hamba-hambanya yang melakukan kebatilan. Semoga kita semua terjaga dari azab-Nya… dan mendo’akan agar siapapun itu cepat menyadari kekhilafannya. Salam hangat buat Sejawat semua.

Kami mengundang teman sejawat untuk ikut program #doktergigimenggugat dengan cara mengirim artikel terkait fenomena tukang gigi ini bisa dikirimkan ke alamat email di dentalidofficial@gmail.com.

Mohon dituliskan juga :

  1. nama lengkap dan gelar
  1. bekerja dimana (kota, klinik atau instansi)

Kami tunggu kontribusi dari teman sejawat.

Satu langkah nyata lebih baik daripada seribu keinginan yang tidak terlaksana

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.