Dokter Gigi, Jangan Khawatir Tidak Kerja

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Di tengah kerasnya iklim persaingan, Unair kembali meluluskan putra-putri hasil binaannya. Namun kali ini yang lulus bukan sembarang wisudawan, namun ini adalah tenaga ahli. Artinya, lulusan yang sudah punya skill. Mereka adalah 50 dokter gigi yang rampung menyelesaikan studinya di FKG Universitas Airlangga.

Sehubungan dengan itu, menjadi dokter gigi, sebenarnya tidak perlu merasa khawatir untuk tidak mendapatkan pekerjaan. Lahan masih terbuka, baik yang akan mengabdikan dirinya melalui lembaga, maupun yang hendak menciptakan pekerjaan sendiri. Membuka ‘warung’ misalnya. Dengan membuka praktek, baik sendiri maupun kolektif, maka mereka tetap akan dibutuhkan masyarakat. “Memang masih banyak orang sakit gigi di kota besar, mungkin karena mereka stres dan melahap banyak variasi makanan. Di sini kan banyak depot atau restoran ? Jadi semua main santap saja,” ujar ayah dari salah seorang dokter gigi yang dilepas waktu itu.

Ini dipertegas melalui pernyataan Dekan FKG Unair sendiri, Prof. Dr. Mohamad Rubianto, drg., MS., SpPerio. Menurut Dekan FKG, perbandingan antara dokter gigi dengan masyarakat di negeri kita ini masih berbanding 1 : 32.000. ”Jadi bapak-ibu orangtua wisudawan tidak perlu khawatir, sebab secara matematis seorang dokter gigi harus melayani 32.000 pasien. Jadi tak usah berkecil hati nanti putra-putrinya tidak bisa bekerja,” katanya. Ketika melakukan sumpah terhadap 50 dokter baru FKG Unair, di Aula Garuda Muka, kampus A Unair, Prof. Rubi memang banyak memberi semangat dan dorongan. Tentu saja, agar para anak didiknya itu bisa langsung berkiprah di dunia luar.

Dengan bertambahnya 50 lulusan baru tersebut, maka sejak didirikan 51 tahun yang lalu, FKG Unair sudah menghasilkan 3.829 orang dokter gigi, yang kini tersebar dimana-mana. Bahkan banyak juga yang mancep (menetap, red) di luar negeri. Yang penting, lanjut Prof Rubi, dalam ”mencetak” dokter gigi, FKG Unair selalu diiringi dengan amunisi tentang masalah moral (moral force), sebagai bekal para alumni baru agar mantap dalam mengabdi kepada bangsa dan tanah air.

Memang, perihal moral force itu terlihat lebih ditekankan. Pasalnya, kedepan situasinya akan semakin sulit, dan kurikulum pun akan semakin menuju pada kualitas. ”Dan memang itu harus,” tukasnya. Malahan pada April 2006 nanti di FKG Unair sudah mulai melaksanakan uji kompetensi bagi calon dokter gigi baru. Ini merupakan hal baru yang belum dialami oleh lulusan sebelumnya. Namun uji kompetensi itu dilaksanakan oleh fakultas, dan sertifikatnya pun ditandatangani oleh ketua kurikulum. ”Hal-hal seperti inilah yang harus dijalani jika kita mau mengejar dengan luar negeri, sehingga kemana arah pengadaan dokter gigi pun sekarang sudah semakin transparan, tidak seperti lima tahun lalu,” imbuh kontestan Pilcarek Unair kemarin itu.

Sementara itu, Arif Fachrudin, mewakili dokter gigi baru, menyatakan terima kasihnya kepada Unair, dosen dan staf administrasi FKG, karena tanpa keterlibatan semuanya, tidak mungkin akan menghasilkan dirinya dan kawan-kawannya, hingga berhasil menjadi dokter gigi.”Dari sini juga titik awal kami melakukan pengabdian kepada masyarakat, dan bukan akhir dari pendidikan lanjutan. Kepada rekan-rekan, kebersamaan hendaknya tak hanya sampai disini, tetapi hingga jangka panjang demi almamater tercinta,” katanya.

Seusai acara penyumpahan yang juga dihadiri komplit semua rohaniawan, baik Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu, maka langsung dilanjutkan ramah-tamah dengan para orangtua lulusan dokter gigi baru. Hingga terjalin suasana yang gayeng dan bersahabat.

puskesmas

4.000 PUSKESMAS DI INDONESIA TAK PUNYA DOKTER GIGI. PELUANGKAH BAGI TEMAN SEJAWAT?

Sumber tulisan :

http://www.unair.ac.id

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

admin

Admin website http://dental.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.