Dokter Gigi Arief Rosyid Curhat Nasib Dokter Gigi dengan Sajak Sikat Gigi

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Arief Rosyid membacakan puisi di acara Sajak Republik di Taman Suropati

Bagi sebagian orang, puisi adalah alat untuk mengutarakan perasaan. Bagi sebagian lainnya, puisi adalah alat untuk mengkiritis keadaan sosial dan keadaan komunitasnya.

Hal itulah yang dilakukan Arief Rosyid, dokter gigi dalam melihat nasib sejawatnya sekarang. Dalam sebuah perhelatan malam puisi yang dilakukan oleh Komunitas Suropati Syndicate di Taman Suropati, Jakarta Pusat, malam Minggu Kemarin (6/8); Arief (sapaan Arief Rosyid) mengutarakan keluh kesahnya soal organisasi dokter gigi se-Indonesia ini.

Sebelum membacakan puisi, Arief mengatakan bagaimana kini dokter gigi kurang mendapatkan perhatian dari organisasi profesinya.

“Sebagai seorang dokter gigi, saya sedih ketika melihat bagaimana profesi saya tidak terurus dengan baik oleh organisasi profesi,” imbuhnya.

Dia menambahkan dokter gigi di Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Kapitasi BPJS, tukang gigi, Undang-Undang Kedokteran Gigi, hingga bagaimana kelak persaingan dokter gigi Indonesia dengan dokter gigi asing. Menurutnya perihal tersebut akan melemahkan peran dokter gigi untuk bangsa ini.

Arief Rosyid kemudian membacakan Sajak Sikat Gigi karya Yudhistira ANM Massardi. Sajak tersebut adalah sajak sentilan humor yang menjadi  judul buku kumpulan sajak. Buku tersebut dianugerahkan salah satu buku puisi terbaik tahun 1976-1977 oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Isi puisi itu adalah berikut,

Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur

Di dalam tidurnya ia bermimpi

Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka

Ketika ia bangun pagi hari

Sikat giginya tinggal sepotong

Sepotong yang hilang itu agaknya

Tersesat di dalam mimpinya dan tak bisa kembali

Dan ia berpendapat bahwa kejadian itu terlalu berlebih-lebihan

“Sajak ini bukan untuk menyerang, tapi sebagai doa untuk profesi dokter gigi yang lebih bermartabat dan lebih baik di masa depan,” imbuh dokter gigi sekaligus pengusaha ini kepada dental.id.

Puisi Arief ini mengundang apresiasi. Salah satunya adalah dari sejawat dokter gigi, Mukhtar Nur Anam yang turut hadir di acara tersebut. Menurutnya, apa yang Arief sampaikan bisa digunakan sebagai refleksi atas kenyataan dan upaya perbaikan.

“Semoga apa yang diharapkan dan ditujukan untuk puisi tersebut dapat dicapai,” ujarnya.

Kegiatan malam puisi tersebut adalah agenda Suropati Syndicate untuk meramaikan taman kota dan dihadiri oleh banyak tokoh penting. Turut hadir Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Artis Inneke Koesherawati, mantan ketua KPK Abraham Samad, anggota DPR Maruarar Sirait, dan sastrawan M. Aan Mansyur.

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Dhihram Tenrisau

Suka menulis cerpen, liputan, dan esai. Bergiat di Suropati Syndicate.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.