website statistics
Home > Berita > Dokter Gigi Arief Rosyid Curhat Nasib Dokter Gigi dengan Sajak Sikat Gigi

Dokter Gigi Arief Rosyid Curhat Nasib Dokter Gigi dengan Sajak Sikat Gigi

Advertisement
Advertisement
Arief Rosyid membacakan puisi di acara Sajak Republik di Taman Suropati

Bagi sebagian orang, puisi adalah alat untuk mengutarakan perasaan. Bagi sebagian lainnya, puisi adalah alat untuk mengkiritis keadaan sosial dan keadaan komunitasnya.

Hal itulah yang dilakukan Arief Rosyid, dokter gigi dalam melihat nasib sejawatnya sekarang. Dalam sebuah perhelatan malam puisi yang dilakukan oleh Komunitas Suropati Syndicate di Taman Suropati, Jakarta Pusat, malam Minggu Kemarin (6/8); Arief (sapaan Arief Rosyid) mengutarakan keluh kesahnya soal organisasi dokter gigi se-Indonesia ini.

Sebelum membacakan puisi, Arief mengatakan bagaimana kini dokter gigi kurang mendapatkan perhatian dari organisasi profesinya.

“Sebagai seorang dokter gigi, saya sedih ketika melihat bagaimana profesi saya tidak terurus dengan baik oleh organisasi profesi,” imbuhnya.

Dia menambahkan dokter gigi di Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Kapitasi BPJS, tukang gigi, Undang-Undang Kedokteran Gigi, hingga bagaimana kelak persaingan dokter gigi Indonesia dengan dokter gigi asing. Menurutnya perihal tersebut akan melemahkan peran dokter gigi untuk bangsa ini.

Arief Rosyid kemudian membacakan Sajak Sikat Gigi karya Yudhistira ANM Massardi. Sajak tersebut adalah sajak sentilan humor yang menjadi  judul buku kumpulan sajak. Buku tersebut dianugerahkan salah satu buku puisi terbaik tahun 1976-1977 oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Isi puisi itu adalah berikut,

Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur

Di dalam tidurnya ia bermimpi

Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka

Ketika ia bangun pagi hari

Sikat giginya tinggal sepotong

Sepotong yang hilang itu agaknya

Tersesat di dalam mimpinya dan tak bisa kembali

Dan ia berpendapat bahwa kejadian itu terlalu berlebih-lebihan

“Sajak ini bukan untuk menyerang, tapi sebagai doa untuk profesi dokter gigi yang lebih bermartabat dan lebih baik di masa depan,” imbuh dokter gigi sekaligus pengusaha ini kepada dental.id.

Puisi Arief ini mengundang apresiasi. Salah satunya adalah dari sejawat dokter gigi, Mukhtar Nur Anam yang turut hadir di acara tersebut. Menurutnya, apa yang Arief sampaikan bisa digunakan sebagai refleksi atas kenyataan dan upaya perbaikan.

“Semoga apa yang diharapkan dan ditujukan untuk puisi tersebut dapat dicapai,” ujarnya.

Kegiatan malam puisi tersebut adalah agenda Suropati Syndicate untuk meramaikan taman kota dan dihadiri oleh banyak tokoh penting. Turut hadir Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Artis Inneke Koesherawati, mantan ketua KPK Abraham Samad, anggota DPR Maruarar Sirait, dan sastrawan M. Aan Mansyur.

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Memberdayakan Dokter Gigi Untuk Memberikan Perlind...
views 160
“ Dalam rangka Hari Ulang Tahun Persatuan Dokter Gigi Indonesia ( HUT PDGI ) ke 67 tahun “ 22 Januari 2017 Oleh : drg. Sri Asih Gahayu,M.Kes (K...
Dari Gigi untuk Negeri
views 346
Gerbang SDN 3 Rawa Buntu yang disulap dengan tema WOHD 2017 Syafika duduk berhadapan dengan seorang perempuan berjas putih. Di sampingnya meja yan...
Sah! Rosita Rahayu Pimpin PDGI Cabang Berau
views 82
Pelaksanaan kegiatan RUA di Hotel Parama Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Sumber: Dok. Rustan Ambo Asse Persatuan Dokter Gigi Indonesia ( PDGI) cab...
Wakil Presiden : Dokter di Singapura Sekali Periks...
views 1915
image from lingkarannews.com Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meyakini tenaga kerja Indonesia bakal lebih tertarik masuk ke pasar tenaga kerja di S...
Jusuf Kalla Harapkan Tokoh Muda Warnai PDGI
views 1067
Muhammad Arief Rosyid (dua dari kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (dua dari kanan) di acara shalat Jumat yang dirangkaikan makan siang di Istana W...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
Dhihram Tenrisau
Suka menulis cerpen, liputan, dan esai. Bergiat di Suropati Syndicate.