invisible hit counter Dokter Gigi, 32 Gigi untuk 5 Tahun Lebih (?) - dental.id

Dokter Gigi, 32 Gigi untuk 5 Tahun Lebih (?)

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook424Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn7
Ads
Advertisement

Untuk menjadi seorang dokter gigi dibutuhkan waktu minimal 5 tahun bahkan bisa lebih daripada itu. Hal tersebut membuat masyarakat awam bertanya-tanya “Kok bisa? Bukannya hanya mempelajari 32 gigi?” Sebenarnya 5 tahun lebih untuk mendapatkan gelar dokter gigi adalah hal yang wajar. Mengapa? Berikut alasannya:

 

Banyak Tahap yang Harus Dilewati

Secara umum, untuk dapat menjadi dokter gigi harus mengikuti kuliah pendidikan kedokteran gigi yang terdiri dari 2 tahap yaitu tahap pendidikan akademik dengan minimal waktu 3,5 tahun dan tahap pendidikan profesi atau yang lebih dikenal dengan koas dengan minimal waktu 1,5 tahun. Belum lagi setelah menjalani 2 tahap tersebut, calon dokter gigi harus mengikuti uji kompetensi terlebih dahulu untuk dapat diwisudakan menjadi seorang dokter gigi.

 

Mempelajari Ilmu Kedokteran Umum Secara Garis Besar

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah mengapa program pendidikan kedokteran gigi lebih lama daripada program pendidikan kedokteran umum (FK). Hal ini juga dikarenakan pada saat pendidikan akdemik, mahasiswa kedokteran gigi diwajibkan mempelajari ilmu kedokteran umum secara garis besar. Hal ini dikarenakan adanya hubungan timbal balik antara kesehatan gigi dan mulut dengan kesehatan tubuh pada umumnya. Kesehatan organ tubuh lain dapat berdampak pada kesehatan gigi dan mulut, begitu pula sebaliknya. Belum lagi penanganan terhadap prosedur penatalaksanaan tindakan pada pasien yang mempunyai penyakit-penyakit sistemik tertentu yang berbeda dan harus mempertimbangkan penyakit yang diderita. Jadi merupakan bahan wajib bagi mahasiswa kedokteran gigi untuk juga mempelajari ilmu kedokteran umum secara garis besar.

 

Peraturan Minimal Requirements

Pada program profesi, calon dokter gigi dihadapkan dengan peraturan minimal requirements yaitu jumlah minimum kasus yang ditangani yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi untuk setiap kasus ada jumlah minimum yang harus ditangani oleh seorang dokter gigi. Hal ini sebenarnya adalah hal yang baik karena akan semakin melatih keterampilan para calon dokter gigi sehingga kelak menghasilkan dokter gigi yang berkualitas. Namun, apabila calon dokter gigi tidak mendapatkan pasien yang cukup untuk memenuhi minimal requirements tersebut maka akan semakin pula ia dapat menyelesaikan pendidikannya.

 

Sumber gambar: www.123dentist.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Berita
views 23
Dapatkan berita terbaru kedokteran gigi di SINI
Dokter Ini Gagal Cabut Gigi Pasien, Malah Disuruh ...
views 1596
Pasien Puskesmas Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak merasa tidak dihargai oleh dokter gigi yang bertugas. Sebab, pasien sempat disuruh mencari dokter d...
7 FKG Universitas Negeri Terbaik Di Indonesia
views 35058
Kedokteran gigi adalah ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan...
Mahasiswa UGM Ciptakan Inovasi Buat Minimalisir In...
views 206
Sejumlah mahasiswa UGM berhasil mengembangkan dental light arm  (Del-Arm) yang dapat menggantikan dokter saat memeriksa gigi hanya dengan isyarat tang...
Tang Cabut Gigi Bongkar Pasang Temuan Redoncep UGM
views 485
Tang cabut gigi memegang peranan yang penting dalam dunia kesehatan di Indonesia. Menurut Riskesdas tahun 2007, 72,1% rakyat Indonesia mengalami gigi ...
Di Tangan Mahasiswa Ini, Jaring Laba-Laba Bisa Per...
views 211
Siapa sangka jaring laba-laba bisa mempercepat penyembuhan luka cabut gigi? Ya, ditangan empat mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UGM, jaring laba-lab...
Apakah Bahaya Fluoride Itu Fakta Atau Hoax?
views 2036
Fluoride, adalah satu kata yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi teman-teman dentist, apalagi zat ini terdapat dalam pasta gigi (odol) yang pastin...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook424Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn7

You may also like...