Dampak Buruk Kehilangan Gigi Tanpa Digantikan Gigi Tiruan (Gigi Palsu)

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
(sumber foto : Tribunnews.com)

Gigi memiliki fungsi penting untuk kehidupan manusia dalam hal estetis, pengunyahan (mastikasi) serta fungsi bicara (fonasi). Kehilangan sebagian gigi atau bahkan seluruh gigi dapat mengakibatkan berkurang atau hilangnya fungsi-fungsi tersebut.

Untuk menggantikan fungsi yang hilang tersebut seseorang dapat menggunakan gigi tiruan (gigi palsu) yang dibuatkan oleh seorang dokter gigi. Penggunaan gigi tiruan ini sangat penting karena kehilangan gigi dalam mulut jika dibiarkan begitu saja lama kelamaan dapat berpotensi menimbulkan dampak buruk pada keadaan gigi lainnya.

Berikut beberapa dampak buruk kehilangan gigi yang tidak dibuatkan gigi tiruan sebagai pengganti gigi yang hilang:

1. Migrasi dan rotasi gigi

Kehilangan gigi menyebabkan adanya ruang kosong pada rahang bekas gigi yang hilang. Hal tersebut dapat membuat gigi-gigi tetangganya bergerak (migrasi) menempati ruang kosong tersebut. Perpindahan tersebut dapat disertai perputaran gigi (rotasi) atau perubahan kemiringan gigi. Hal ini menyebabkan susunan gigi menjadi tidak teratur dan tampak tidak estetis akibat gigi terlihat miring atau renggang satu sama lain.

2. Erupsi berlebih/Gigi turun (over eruption)

Apabila gigi di salah satu rahang hilang maka gigi yang menjadi antagonisnya di rahang yang lain tidak mempunyai titik kontak dengan apapun. Hal tersebut dapat menyebabkan gigi mengalami erupsi (pergerakan gigi keluar dari socketnya) atau disebut juga esktrusi. Contohnya, apabila gigi geraham rahang bawah hilang, maka geraham rahang atas dapat “turun” kebawah sehingga gigi nampak lebih panjang dibanding yang lain.

3. Efek pada Kebersihan Mulut

Perubahan posisi gigi sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya dapat membuat ruang-ruang kecil diantara gigi. Ruang-ruang tersebut berpotensi ditempati sisa makanan dan terkadang lebih sulit dibersihkan sehingga dapat menurunkan kebersihan mulut dan memperbesar potensi terbentuknya gigi berlubang dan karang gigi. Selain itu, seseorang yang kehilangan gigi pada salah satu sisi rahang cenderung menggunakan  sisi rahang sebelahnya untuk mengunyah. Pengunyahan hanya di satu sisi ini meningkatkan potensi terbentuknya karang gigi di sisi rahang yang tidak digunakan.

4. Penurunan efisiensi kunyah

Kehilangan banyak gigi di bagian belakang (gigi geraham) akan membuat berkurang atau hilangnya fungsi pengunyahan. Penurunan efisiensi pengunyahan tersebut akan berdampak pada tidak sempurnanya proses pencernaan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Hal tersebut tentu mempengaruhi penyerapan gizi dari makanan yang dikonsumsi dan dapat berefek sitemik pada tubuh seseorang dalam jangka panjang.

5. Gangguan pada sendi rahang (temporo mandibula)

Kehilangan gigi bagian belakang (posterior) dapat menyebabkan hilangyna kontak pengunyahan sekaligus dimensi vertikal gigi yang normal. Kontak pengunyahan yang tidak tepat tersebut berefek pula pada pergerakan sendi rahang (temporomandibular) yang merupakan sendi utama dalam fungsi pengunyahan. Gangguan dapat berupa bunyi klicking, terasa sakit hingga terjadinya “aus” pada persendian tersebut akibat pergerakan yang tidak normal.

6. Beban berlebih pada salah satu gigi

Bila ada gigi yang hilang maka beban pengunyahan akan dialihkan kepada gigi yang lainnya yang tersisa. Hal ini bisa saja mengakibatkan kerusakan pada jaringan pendukung gigi (periodontal) dari gigi yang masih ada akibat kelebihan beban pengunyahan. Kerusakan tersebut dapat berujung pada kegoyahan gigi akibat tulang pendukung gigi yang terus berkurang karena tekanan pada gigi yang terlalu besar.

7. Kelainan bicara dan penampilan

Kehilangan gigi di terutama di bagian depan (anterior) dapat menyebabkan terganggunya fungsi bicara (fonasi). Hal tersebut karena pengucapan beberapa huruf membutuhkan kontak lidah dengan gigi depan. Selain itu, kehilangan gigi depan tentu mempengaruhi penampilan seseorang sehingga terlihat tidak menarik. Kedua hal tersebut akan mempengaruhi rasa percaya diri seseorang untuk bergaul dengan lingkungannya.

Demikian beberapa dampak buruk kehilangan gigi, untuk mencegah beberapa dampak tersebut disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi terdekat apabila ada gigi anda yang sudah hilang/dicabut agar dapat digantikan dengan gigi tiruan/palsu yang cocok dengan kondisi anda. Selain itu, jika memang gigi yang bermasalah masih bisa dipertahankan dengan cara ditambal atau dirawat saluran akar, maka sebaiknya gigi tersebut tidak langsung dilakukan pencabutan.

Semoga bermanfaat.

Dirangkum Oleh : drg. Ahmad Ridwan

Sumber :

Carr, B.A., McGivney G.P., Brown, D.T., 2010, Mc Craken’s Removable Partial Prostodontics 12th edition, Elsevier-Mosby, USA

Musri, A., Arum, D.U.N., 2010, Analisis Hubungan Kualitas Hidup Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Mulut dan Status Kecemasan Dengan Status Nutrisi pada Masyarakat Usia Lanjut, http://www.jurnal.unissula.ac.id

Owal, B., Kayser, A.F., Carlsson, G.E., 1996, Prostodontic Principle and Management, Mosby-Wolfe, Barcelona

Ulpa, J.R., Priyanto, D., Benyamin, B., Hubungan Kehilangan Gigi Posterior Bilateral Free End,Terhadap Timbulnya Clicking Pada Sendi Temporomandibular, Medali Jurnal Media Dental Intelektual , 2 (1), 14-17

 

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.