website statistics
Home > Ilmiah > Cukupkah Sekedar Minum Obat untuk Atasi Sakit Gigi?

Cukupkah Sekedar Minum Obat untuk Atasi Sakit Gigi?

Advertisement
Advertisement

Ditulis oleh : Ahmad Ridwan

Sakit gigi akibat gigi berlubang merupakan salah satu keluhan yang cukup sering ditemui di masyarakat. Sakit gigi ini terkadang bisa sangat menggangu karena rasa sakit yang tidak tertahankan membuat seseorang sulit konsentrasi hingga sulit untuk tidur.

Salah satu solusi cepat yang dipilih masyarakat untuk mengatasi sakit yang tidak tertahankan tersebut adalah mengkonsumsi obat sakit gigi yang banyak dijual di toko, warung, atau apotek di sekitar tempat tinggal. Obat-obat tersebut terbukti efektif mengatasi sakit gigi dengan segera. Saat sakit sudah hilang paska minum obat, sebagian orang menganggap masalah sakit gigi tersebut sudah selesai, benarkah begitu?

ingin-obati-sakit-gigi-dengan-instan-pakai-timun-saja-ladies
sumber foto : www.vemale.com

Penyebab Sakit Gigi

Secara umum pada kondisi gigi berlubang ada dua fase gigi akan terasa sering sakit secara tiba-tiba dan tak tertahankan. Pertama saat lubang gigi sudah mendekati atau sudah mencapai pulpa (saraf dan pembuluh darah) dan kedua saat gigi pada kondisi tersebut dibiarkan saja tanpa dilakukan perawatan sehingga infeksi menyebar dan menyebabkan peradangan hingga bagian akar dan terjadi pembengkakan pada gusi sekitar gigi.

Kondisi pertama dikenal dengan istilah pulpitis irreversibel. Pada kondisi ini pulpa gigi masih hidup (vital) sehingga penyebab sakit adalah peradangan pada bagian pulpa itu sendiri akibat terpaparnya pulpa dengan lingkungan tanpa adanya pelindung.

Kondisi kedua dikenal dengan istilah abses periapikal. Pada kondisi ini penyebab sakit adalah peradangan pada bagian sekitar akar gigi (periapikal) yang disebabkan penumpukan bakteri pada daerah tersebut. Penumpukan bakteri menyebabkan terbentuknya cairan (nanah) sehingga gusi terlihat bengkak.

Obat Sakit Gigi

Obat sakit gigi yang beredar di toko dan warung biasanya adalah obat golongan antinyeri (analgesik) dan anti peradangan (antiinflamasi). Dengan dua fungsi tersebut artinya obat tersebut memang efektif untuk meredakan sakit akibat peradangan pada gigi. Namun, penting untuk diketahui bahwa untuk menyelesaikan masalah sakit gigi ini secara keseluruhan tidak cukup hanya dengan mengkonsumsi obat sakit gigi tersebut.

Pada kondisi pulpitis irreversibel, obat memang akan berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit. Namun, saat efek antinyeri sudah hilang maka rasa sakit sangat mungkin akan kembali karena kondisi pulpa yang masih vital dan terpapar dengan lingkungan luar tanpa ada penghalang sehingga memungkinkan terjadinya peradangan.

Begitu pula pada kondisi abses periapikal, ada peran bakteri yang menyebabkan peradangan terus berlangsung sehingga saat efek antinyeri dan anti peradangan dari obat sudah hilang maka peradangan dapat kembali berlangsung dan memungkinkan sakit kembali terasa.

Bagaimana dengan Antibiotik?

Antibiotik memang berfungsi membunuh bakteri. Namun, berkaitan dengan penggunaannya secara umum dan khusus pada kondisi infeksi gigi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, secara umum antibiotik bukan obat yang bisa diperoleh dan dikonsumsi sembarangan. Antibiotik menurut aturannya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter yang berarti seseorang tersebut memang sudah diperiksa kondisi kesehatannya dan mendapat rekomendasi untuk menggunakan antibiotik tertentu. Selain dengan resep artinya melanggar aturan dan sangat besar kemungkinan antibiotik tersebut dikonsumsi dengan aturan yang tidak tepat karena tanpa pengarahan dokter.

Kedua, jikapun ada pihak yang melanggar peraturan sehingga seseorang yang sakit gigi bisa mendapatkan dan mengkonsumsi antibiotik dengan tujuan mengobati infeksi pada giginya, maka hal tersebut tetap tidak menyelesaikan keseluruhan masalah.

Sumber utama masalah tersebut adalah kondisi gigi berlubang yang tidak kunjung dirawat yang kemudian menjadi tempat bakteri berkembang biak. Walaupun bakteri yang ada bisa hilang dengan penggunaan antibiotik dan kombinasi antibiotik dengan antinyeri memungkinan rasa sakit sembuh atau hilang lebih lama dibandingkan dengan hanya menggunakan obat antinyeri, namun bakteri dapat hadir lagi dikemudian hari pada gigi berlubang tersebut saat efek antibiotik sudah hilang karena sumber utama permasalahan yakni gigi berlubang belum dihilangkan.

Solusi yang Tepat

Solusi yang terbaik untuk permasalahan sakit gigi akibat gigi berlubang adalah menghilangkan penyebab utama rasa sakit tersebut dengan memeriksakan gigi yang bermasalah ke dokter gigi. Dokter gigi akan menilai kondisi gigi tersebut dan merekomendasikan perawatan yang tepat.

Seseorang boleh saja mengkonsumsi obat sakit gigi berupa antinyeri untuk sementara waktu menghilangkan sakit yang dirasa tak tertahankan, namun segera setelah itu menyempatkan untuk datang ke dokter gigi. Hal ini juga berarti pasien tidak perlu mengkonsumsi obat sakit gigi ini selama berhari-hari karena sakit tetap akan kembali terasa jika penyebab sakit masih ada.

 

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Sakit Gigi Jangan Dihilangkan
views 83
Selama saya berinteraksi dengan masyarakat awam yang memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut, pertanyaan yang paling umum ditanyakan adalah mengenai...
Benarkah Kopi dan Teh sebabkan Warna Gigi Kecoklat...
views 134
Kopi dan teh merupakan minuman yang sudah membudaya di masyarakat. Kopi maupun teh yang ada berbagai jenisnya sering disajikan saat sedang santai di p...
Waspada Sakit Gigi Mengintai Saat Mudik dan Lebara...
views 78
Kemacetan mudik (foto: viva.co.id) Lebaran semakin dekat, arus mudik semakin padat. Berbondong-bondong ke kampung halaman jadi tujuan, terlebih cu...
(Tidak) Cabut Gigi Mata Jadi Buta?
views 266
Ada kepercayaan yang berkembang di masyarakat bahwa tindakan pencabutan gigi bisa membuat mata menjadi buta. Hal ini didasari pendapat yang menyat...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1Pin on Pinterest0