web tracker Coass atau Menikah ? Dilema Klasik Kaum Hawa di FKG - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Coass atau Menikah ? Dilema Klasik Kaum Hawa di FKG

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook164Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Menjadi seorang dokter gigi menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa menjadi seorang dokter gigi bisa saja merupakan suatu hambatan atau nilai plus dalam dunia perjodohan ? Sebenarnya, alur perkuliahan hingga profesi bagi mahasiswa kedokteran umum maupun kedokteran gigi sama saja. Tetapi, jujur saja menjadi mahasiswa FKG lebih penuh tantangan.

Kenapa fokus pada kaum hawa ? Tidak bisa dipungkiri bahwa mayoritas mahasiswa FKG adalah perempuan. Pada hakekatnya perempuan lebih menunggu lawan jenis.  Nah, kenapa jadi dilema ? Mungkin ini alasannya.

Usia

Berapasih usia yang wajar bagi seorang perempuan menikah ? Biasanya anak FKG lulus Sarjana Kedokteran Gigi di usia 21-22 tahun. Jika ditanyakan pada orangtua kita, pasti banyak diantara ibu kita yang menikah diusia tersebut. Tetapi menjadi dokter gigi, bukan hanya sampai sarjana saja, jika ditambahkan coass kira-kira 1,5-2,5 tahun, maka kemungkinan kita memperoleh gelar dokter gigi diusia 23-25 tahun, dan benar-benar berada diusia yang matang dan layak naik pelaminan bagi seorang perempuan.

Punya pasangan yang lebih dewasa 

Jika kita mulai menjalin hubungan di bangku kuliah dan memiliki pasangan yang sudah mapan, rasa khawatir itupun semakin besar. Bagaimana jika saya kelamaan kuliah ? Dia sudah didesak keluarganya untuk menikah tapi saya masih coass. Bagaimana jika hubungan tersebut akhirnya gagal karena alasan sang kekasih menunggu terlalu lama. Mungkin banyak diantara mahasiswa FKG yang memiliki pacar takut ditinggalkan kekasihnya karena hal ini.

Dunia per-coass-an yang Tak Pasti

Tidak ada yang berani menjamin kita akan lulus coass dan mendapat gelar drg tepat waktu. Banyaknya departemen yang harus dilewati serta minimal requirement yang harus dipenuhi mungkin saja bisa menunda kita untuk lulus tepat waktu.

Suka Duka Saat Co Ass Dokter Gigi

Terpengaruh Teman yang Sudah Menikah

Kita bukan hanya berteman dengan mahasiswa FKG saja. Banyak teman kita yang berkuliah di jurusan yang berbeda dengan kita. Ketika kita masih menjalani kuliah profesi, mereka sudah sarjana dan bahkan bekerja. Tidak ada salahnya menunda untuk berumahtangga. Ketika menghadiri acara pernikahan, pasti diantara kita sedikit merasa iri.

Pekerjaan di Klinik yang Cukup Melelahkan

Bagaimana jika kita memutuskan menikah setelah lulus sarjana atau ketika kita sedang coass ? Pasti terfikir, bagaimana jika saya sedang hamil nantinya ? Apakah saya akan kuat ? Dll. Bagaimana suami dirumah ? Bagaimana kata mertua ? Ya tentunya setiap pilihan memiliki risiko masing-masing. Sudah pastilah jika hendak menikah disaat masih harus melanjutkan pendidikan, semua pihak pasti mengetahui risiko yang mungkin diperoleh.

Bukan hanya itu saja sih. Menjadi dokter gigi juga bukan hanya sampai di dunia percoassan saja, masih ada internship dan tentunya kelak akan bersaing di dunia pekerjaan jika kita tidak langsung membuka praktek pribadi. Banyak proses yang membuat kita berfikir lebih pasti. Walaupun begitu, jika kamu bisa menyeimbangkan antara keduanya baik untuk karier ataupun rumah tangga, tidak ada salahnya memilih untuk menikah saat sedang melanjutkan pendidikan. Menikah juga berpahala dalam Agama. Jadi, bagaimana pendapat anda para mahasiswa perempuan FKG ? Keputusan mana yang akan kamu ambil ?

 

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook164Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0