Bolehkah Makan Obat Saat Sakit Gigi Karena Pakai Behel?

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Pemakaian behel bertujuan untuk membuat gigi berada dalam posisi idealnya. Untuk mencapai tujuan tersebut gigi perlu didorong, ditarik, ditinggikan, direndahkan, atau diputar tergantung posisi awal gigi dan posisi ideal yang diinginkan. Proses ini dapat berlangsung dalam hitungan hari, bulan, bahkan tahun dalam daya yang kecil tapi terus-menerus agar tidak merusak jaringan pendukung gigi.

Dalam prosesnya, pergerakan gigi dapat mengurangi tulang di bagian tekanan (pressure) sehingga gigi dapat bergerak. Tulang berkurang karena aktivitas osteoklas yang memecah komponen tulang. Proses ini dapat memicu peradangan dan menimbulkan rasa sakit pada pasien. Utamanya ketika gaya yang diberikan menjadi sedikit lebih kuat, yaitu saat pasien baru ganti karet.

Rasa sakit yang dirasakan berbeda-beda oleh setiap orang. Ada yang bisa menahannya, ada yang merasa bahwa perlu diberikan sesuatu agar rasa sakitnya berkurang. Banyak yang kemudian memilih untuk mengkonsumsi obat antinyeri untuk meredakan sakitnya. Tetapi bolehkah obat antinyeri dikonsumsi oleh pengguna behel?

Sebaiknya tidak. Sakit memang bukan efek yang diharapkan dari perawatan ortodonti. Namun, sakit ini datang dari proses peradangan yang diperlukan untuk menggerakkan gigi. Peradangan dapat meningkatkan aktivitas osteoklas yang mengurangi tulang sehingga gigi dapat bergerak serta meningkatkan aktivitas osteoblas yang membuat tulang baru untuk menahan gigi ada di posisi idealnya. Jika radang dihilangkan dengan obat antinyeri, aktivitas osteoklas dan osteoblas akan terhambat sehingga pergerakan gigi menjadi sulit. Akibatnya penggunaan behel membutuhkan waktu yang lebih lama.

Jika terasa sakit selama perawatan, pasien dapat menguranginya dengan makan dan minum yang dingin. Ubah konsumsi makanan menjadi yang lunak. Kumur-kumur dengan air garam untuk mencegah infeksi bakteri yang dapat memperparah peradangan. Serta berikan diri Anda waktu untuk membiasakan dengan gaya yang diberikan, biasanya sekitar 1-3 hari setelah kontrol dari dokter gigi spesialis ortodonti. Jika rasa sakitnya sudah tidak tertahankan lagi setelah 3 hari, kembali kunjungi dokter gigi yang merawat supaya gaya yang diberikan dapat dikurangi.

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.