Bisa Kok Pakai Behel Tanpa Cabut Gigi

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Salah satu hal yang ditakuti para calon pengguna behel adalah mitos tentang keharusan mencabut gigi sebelum perawatan. Banyak yang takut mencabut giginya karena tidak mau sakit atau takut gigi terlihat ompong sehingga mereka menunda perawatan. Padahal mitos ini tidak benar. Tidak semua orang dengan maloklusi perlu dicabut gigi sebelum memakai behel.

Tujuan utama pemakaian behel adalah mengembalikan gigi ke posisi dan tempat yang ideal. Gigi yang berjejal atau bertumpuk akan dijauhkan. Dalam prosesnya, gigi yang berjejal membutuhkan ruangan untuk menggeser gigi. Pencabutan gigi adalah salah satu tindakan untuk mendapatkan ruangan guna menggeser atau mendorong gigi. Biasanya gigi yang dicabut adalah gigi geraham kecil pertama (premolar kesatu/P1). Dari pencabutan satu gigi tersebut bisa didapatkan ruangan sekitar 5-7 mm. Untuk menyeimbangkan susunan gigi, maka gigi P1 akan dicabut pada rahang kanan dan kiri. Untuk mencegah terbentuknya gigitan yang terlalu dalam atau terlalu jauh, maka gigi P1 yang dicabut adalah dari rahang atas dan rahang bawah. Sehingga jumlah gigi P1 yang dicabut untuk perawatan ortodonti berjumlah 4 buah.

Namun, selain pencabutan gigi, terdapat beragam metode yang bisa dipilih untuk mendapatkan ruang pada gigi berjejal, yaitu:

1. Ekspansi

Ekspansi adalah pelebaran lengkung gigi dengan mengubah kemiringan gigi menjadi lebih condong ke arah pipi/bibir. Ekspansi dapat dilakukan dengan alat quad helix, Rapid Maxillary Expansion, atau sekrup ekspansi. Alat ini paling efektif digunakan selama masa pertumbuhan.

2. Flaring

Flaring adalah mendorong gigi ke arah depan/bibir. Kemiringan gigi menjadi bertambah dengan prosedur ini. Flaring biasanya dilakukan pada gigi depan atas tetapi bisa juga dilakukan pada gigi depan bawah.

3. Distalisasi molar

Jika gigi geraham bungsu atau geraham kedua sudah dicabut, gigi geraham pertama dapat didorong ke belakang untuk memberi ruang bagi gigi depan agar dapat disusun pada posisinya. Prosedur ini disebut dengan distalisasi molar.

4. Slicing

Pengurangan lapisan terluar gigi dapat dilakukan pada sisi-sisinya. Slicing selain menyediakan ruangan juga dapat membentuk gigi permanen ke bentuk yang lebih baik atau memperbaiki titik kontak. Pengurangan dilakukan seimbang pada sisi kanan dan kiri. Banyaknya gigi yang dikurangi tergantung kebutuhan ruangan.

5. Molar uprighting

Gigi geraham atau geraham kecil yang dicabut cukup lama tanpa dilakukan perawatan ortodonti atau diganti dengan gigi palsu dapat menimbulkan celah yang besar. Celah ini memudahkan gigi geraham di belakangnya bergerak dan miring. Jika ada kondisi ini, gigi geraham yang miring dapat dikembalikan ke posisinya dengan mekanisme peninggian geraham agar celah yang ada dapat diisi pergerakan gigi dari arah depan.

Prosedur mana yang dipilih untuk merapikan gigi dapat didiskusikan bersama dengan dokter gigi yang merawat. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan klinis, pencetakan dan analisis model, serta analisis foto ronsen sebelum menentukan rencana perawatan. Konsultasikan dengan dokter gigi spesialis ortodonti mengenai jenis behel, prosedur, dan lama perawatannya untuk mendapatkan hasil perawatan ortodonti yang optimal.

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.