web site hit counter Berhati-Hatilah Bagi Dokter Jika Praktik Lebih Dari 8 Jam – dental.id

Berhati-Hatilah Bagi Dokter Jika Praktik Lebih Dari 8 Jam

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
516Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Menjadi dokter adalah panggilan, banyak yang menjalaninya dengan sepenuh hati sampai lupa istirahat. Namun, dokter disarankan tidak berpraktik lebih dari 8 jam/hari jika tak ingin kena unsocial sickness.

Meski disebut-sebut sebagai profesi yang mulia, seorang dokter rupanya juga harus tunduk pada rekomendasi ILO (International Labour Organization) khususnya terkait jam kerja. Seperti karyawan pada umumnya, jam kerja dokter pun disarankan tidak lebih dari 8 jam perhari.

“Itu sudah baku, nggak boleh melebihi kapasitasnya. Kapan dia istirahat? Kalau sudah lebih dari 8 jam, itu sudah unsocial sickness namanya. Penyakit yang tidak manusiawi,” kata Dr HB Junaz, ketua umum Aliansi Praktik Dokter Mandiri Indonesia (APDMI) di sela-sela Dialog Terbuka tentang BPJS/SJSN 2014, di Gedung Stovia, Jl Abdurahman Saleh, Jakarta.

BACA JUGA 

BEGINI CARA YOGA UNTUK MENGATASI LOW BACK PAIN BAGI DOKTER GIGI

Dr Junaz mengatakan, dokter juga memiliki kewajiban untuk menjalani kehidupan sosialnya dengan normal. Bekerja lebih dari 8 jam perhari menurutnya sangat tidak manusiawi. Dari 24 jam, bekerja cukup 8 jam dan sisanya adalah untuk istirahat dan bersosialisasi.

Dengan berpatokan pada jam kerja tersebut, Dr Junaz menilai idealnya seorang dokter hanya menangani 32 pasien perhari dengan perhitungan tiap pasien dilayani selama masing-masing selama 15 menit. Kenyataannya, saat ini banyak dokter yang dalam sehari bisa melayani 100-200 pasien.

Mengenai dokter-dokter yang berpraktik di banyak tempat, Dr Junaz menilai tidak ada masalah dengan jumlah tempat praktik. Ia hanya mengingatkan, kewajiban untuk menjalani aktivitas sosial dengan normal tetap harus dipenuhi dengan tetap membatasi jam kerja.

“Boleh saja praktik di berbagai tempat, terutama dokter yang nggak (praktik) mandiri. Tapi dia nggak boleh mengorbankan perilaku sosialnya, aktivitas sosialnya. Misalnya pagi di sini, malam di sini, itu sudah nggak. Banyak yang seperti itu,” pungkas Dr Junaz.

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Terima kasih :

http://health.detik.com

Berikan Komentar Disini

Artikel Terkait

Perawat = Pembantu Dokter?
views 1375
Ditulis oleh : by Naela Mustika Khikmah, Ns dan dr. Hafiidhaturrahmah Perawat, siapa yang tidak kenal dengan profesi luar biasa ini. Bahkan tidak j...
Kenali Virus Zika Hanya Dalam 10 Detik
views 328
Namaku Zika, sejenis virus. Banyak orang membicarakan aku. Padahal aku tak peduli dengan orang-orang itu. Sayangnya, banyak yang dibicarakan tidak...
Standar Pelayanan Gigi Di Puskesmas
views 3779
Standar pelayanan gigi di puskesmas from Joni Iswanto
Terkena Baju Ayah Perokok, Bayi Malang Ini Meningg...
views 1271
Jangankan menghirup asap rokok, menghirup residu atau endapan racun dari asap rokok juga berbahaya bagi anak. Seorang mantan perokok aktif mengaku tel...
BPJS Tidak Menanggung Penyakit Karena Rokok
views 798
Meskipun BPJS Kesehatan menyebutkan menanggung semua penyakit, nantinya bakal ada beberapa penyakit yang tidak ditanggung dalam program JKN (Jaminan K...
Pemerintah : Facebook, WhatsApp, dan Twitter Akan ...
views 135
Perusahaan penyedia konten aplikasi populer atau over the top (OTT) seperti Facebook, WhatsApp, Netflix dan Twitter terancam diblokir di Indonesia. ...
Sampaikan Perasaanmu Lewat Emoticon Di Tombol Like...
views 119
Pengguna Facebook di seluruh dunia kini bisa berbuat lebih dari sekadar memberi tanda "suka" dalam suatu unggahan. Pengguna saat ini bisa memberi tang...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
516Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
DENTAl.ID Ada Artikel Bedah Kasus LhoBaca Bedah Kasus Disini
+ +