invisible hit counter Benarkah Gaji Dokter Sekarang (SUDAH) Tak Sebanding dengan Biaya Kuliahnya? - dental.id

Benarkah Gaji Dokter Sekarang (SUDAH) Tak Sebanding dengan Biaya Kuliahnya?

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook341Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Menjadi seorang dokter mungkin menjadi impian banyak orang. Namun, seiring pertumbuhan penduduk yang meningkat signifikan dibarengi dengan jumlah dokter yang juga semakin meningkat. Hal ini perlu disikapi dengan mengambil langkah menciptakan peluang usaha lain.

dr. Gideon Hartono selaku pendiri klinik K-24 mengatakan setiap tahunnya ada 6 ribu dokter muda yang lulus dari perguruan tinggi. Sebagian besar dari lulusan tersebut disebar paling banyak di Bali dan Jawa. Sehingga dokter-doktet di wilayah tersebut harus memiliki kreativitas lain untuk berkarya dan pandai melihat peluang.

“Dengan semakin banyaknya jumlah dokter, maka semakin banyak pula yang ingin menjadi dokter spesialis. Dan tentu saja, peminat dokter umum semakin sedikit,” kata dr. Gideon saat mengisi seminat Doctor Enteurprener di Hi-Lab Yogyakarta, Sabtu (20/12/2014).

Padahal, lanjutnya, lulusan dokter dari seluruh universitas di Indonesia tak lebih dari 2 ribu yang akan terserap untuk menjadi dokter spesialis. Dan ironisnya, dokter umun yang bekerja di klinik kesehatan hanya bergaji sekitar Rp3,5 juta. Tentunya jumlah gaji yang diterima ini tak sebanding dengan biaya kuliah yang telah mereka keluarkan.

“Oleh karena itu, saya mendorong para dokter umum untuk lebih kreatif dan berani melihat peluang usaha. Menjadi seorang wirausahawan tak mengenal usia dan pekerjaan sebelumnya. Yang diperlukan hanya niat dan kemauan,” ujar dr. Gideon.

Ia pun berharap ke depannya penghasilan dokter umum bisa mencapai Rp7 juta hingga Rp20 juta setiap bulannya. Oleh karena itu, tak hanya menjual jasa, seorang dokter harus berani ikut terlibat di health industry.

Sementara menurut dr Reza Yuridian Purwoko, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin mengatakan salah satu bidang kedokteran yang saat ini berkembang pesat dan mendatangkan peluang bisnis yang besar adalah bidang kedokteran estetika. Menurutnya, selain dokter spesialis kulit, bidang estetis juga dipelajari oleh dokter spesialis bedah plastik, dokter gigi orthodontis, dokter ahli gizi, dan lain-lain.

“Perkembangan yang kian pesat di bidang produk atau alat untuk terapi kedokteran kecantikan juga harus mulai diperlajari oleh para dokter umum. Agar ilmu mereka pun semakin bertambah,” kata dr. Reza.

Menurut aturan standar pelayanan medik di Klinik Estetika Direktorat Bina Pelayanan Medik Dasar Departemen Kesehatan RI Tahun 2007, saat ini seorang dokter umum dapat mendirikan dan menjadi penanggung jawab di sebuah klinik kecantikan tipe pratama. Di klinik pratama, dokter umum bisa menangani kasus ringan seperti perawatan kulit.

“Namun jika ada kesulitan dalam menangani sebuah kasus, dokter umum tersebut bisa memberikan rujukan bagi klien ke klinik utama dengan penanggung jawab dokter spesialis kulit,” ujarnya.

Hal ini, kata dr. Reza, juga bisa menjadi ajang bagi para dokter umum untuk memperluas pengetahuan mereka. Sehingga berpeluang membuka bisnis di luar tugasnya menjadi dokter umum.

Terima kasih

http://jogja.tribunnews.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

(PDF) Miniscrew Implant Anchorage for Intrusion Up...
views 64
Miniscrew Implant Anchorage for Intrusion Upper First Molar(case report)Dewi Suminy*, Nurhayati Harahap** *Orthodontic Resident**Lecturer, Dep...
(PDF) Importance of Digital Dental Photography in ...
views 145
Dragan Mladenović1 , Lidija Mladenović2 , Sanja Mladenović1 1 Faculty of Medicine in Niš, Serbia 2 Clinic of Dentistry Niš, Serbia SUMMARY Digital...
Desain Interior Smiles by Dr Cecile : Ramah &...
views 520
Dibangun pada tahun 2009, klinik gigi Smiles by Dr Cecile ini memiliki interior yang modern, segar, dan modis. Terletak di Dusit Hotel, Makati City, M...
(PDF) Visagism : The Art Of Dental Composition
views 132
Visagism : The Art of Dental Composition from dentalid Sumber : http://digitalsmiledesign.com/
Global Economic Impact of Dental Diseases
views 71
Reporting the economic burden of oral diseases is important to evaluate the societal relevance of preventing and addressing oral diseases. In addition...
Terkena Baju Ayah Perokok, Bayi Malang Ini Meningg...
views 660
Jangankan menghirup asap rokok, menghirup residu atau endapan racun dari asap rokok juga berbahaya bagi anak. Seorang mantan perokok aktif mengaku tel...
BPJS Tidak Menanggung Penyakit Karena Rokok
views 590
Meskipun BPJS Kesehatan menyebutkan menanggung semua penyakit, nantinya bakal ada beberapa penyakit yang tidak ditanggung dalam program JKN (Jaminan K...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook341Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

admin

Admin website http://dental.id

You may also like...