web tracker Bayi Prematur Berat Badan Lahir Rendah Berhubungan dengan Kesehatan Mulut, Kok Bisa? - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

Bayi Prematur Berat Badan Lahir Rendah Berhubungan dengan Kesehatan Mulut, Kok Bisa?

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1
Ads
Advertisement

Rongga mulut merupakan cermin yang baik untuk merefleksikan keadaan sistemik seseorang. Hubungan kesehatan rongga mulut dengan penyakit sistemik telah banyak dikemukakan. Ternyata, kesehatan rongga mulut pada seorang wanita hamil juga dapat menyebabkan lahirnya bayi prematur dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Yang menjadi pertanyaan, kenapa hal ini dapat terjadi? Berikut penjelasan singkatnya.

Keadaan Hormon Wanita Hamil

Pada wanita hamil, terjadi perubahan fisiologis pada semua sistem tubuh termasuk juga pada sistem endokrin. Hormon esterogen dan progesteron akan meningkat untuk mencegah dinding endometrium meluruh sehingga kelangsungan hidup dari plasenta dan janin dapat terjaga.

Hubungan Hormon dan Kesehatan Rongga Mulut

Tidak diragukan lagi jika keadaan hormon seorang wanita berhubungan dengan kondisi rongga mulut. Hal ini dikarenakan perubahan kadar hormon berhubungan dengan respon bakteri dalam memicu proses peradangan dan membuat mulut lebih rentan..

Peningkatan esterogen dan progesteron pada masa kehamilan ini akan memengaruhi seluruh bagian tubuh termasuk juga rongga mulut. Esterogen dapat mengurangi keratinisasi gingiva dan progesteron dapat meningkatkan vasodilatasi dan permeabilitas kapiler (Utomo, 2007). Kreatinisasi diketahui merupakan salah satu mekanisme pertahanan gingiva dan apabila terjadi vasodilatasi  serta peningkatan permeabilitas pembuluh darah bakteri beserta toksin yang dihasilkan lebih mudah masuk dan menyebar.

Hal tersebut akan mengakibatkan gingiva menjadi lebih rentan terhadap penyakit periodontal. Walaupun etiologi utama penyakit periodontal adalah plak, pada ibu hamil perubahan hormonal yang terjadi meningkatkan respon gingiva terhadap plak (Dalimunthe, 2006).

Penyakit Periodontal dan BBLR

Saat terjadi penyakit periodontal, bakteri di rongga mulut akan meningkat dan menghasilkan toksin dan tubuh sendiri akan memberikan respon pertahanan. Sedangkan pada masa kehamilan, sistem imun tubuh akan berelaksasi agar tidak membahayakan janin dan gingiva berkurang karena peningkatan hormon esterogen.

Respon gingival akan meningkat dan menghasilkan mediator inflamasi. Oleh karena peningkatan hormon progesteron, mediator inflamasi tersebut lebih mudah masuk ke pembuluh darah dan masuk ke unit fetoplasenta.

Hal tersebut dapat mengakibatkan kontraksi uterin sehingga terjadi kelahiran prematur dan bayi dengan  BBLR (Pujiani et al, 2013). Wanita dengan penyakit periodontal selama masa kehamilan, berisiko 7x melahirkan bayi dengan berat badan lebih rendah di bawah rata-rata (Ezie, 2015).

Offenbacher, dkk juga menemukan bakteri pathogen periodontal, yaitu Bacteroides forsythus, Porphyromonas gingivalis, Treponema denticola, dan Actinomytes actinomycetesmcomitans pada ibu hamil yang dapat menunjukkan adanya hubungan antara penyakit periodontal dengan kelahiran BBLR (Pintauli, 2012).

Penyakit periodontal dapat mempengaruhi kondisi kehamilan melalui perpindahan bakteri beserta produknya melalui plasenta yang dapat merangsang pelepasan modulator imun sehingga dapat mengakibatkan rupture pada dinding rahim dan BBLR (Newguinea et al.).

Retnoningrum (2006) melaporkan bahwa gingivitis pada ibu hamil dengan kontrol gizi rendah mempunyai risiko 8,75 mengalami bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami gingivitis. Pujiani, et al (2013) menggunakan metode survei analitik dan pendekatan cross sectional, dengan cara pengumpulan data dengan wawancara, pemeriksaan berat badan bayi dan indeks periodontitis.

Hasilnya menunjukkan periodontitis pada ibu hamil mempunyai risiko 8,6 kali mengalami kelahiran bayi BBLR  dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami periodontitis.

 

Sumber gambar:http://www.topnews.in

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1