website statistics
Home > Kisah > Balada Bila Istrimu Seorang Dokter

Balada Bila Istrimu Seorang Dokter

Advertisement
Advertisement

Sebuah kebanggaan tersendiri bila memiliki istri seorang dokter. Selain profesi yang masih dianggap prestis di masyarakat, seorang wanita yang juga dokter terkesan lebih bisa berempati. Terlihat begitu lembut dalam memperlakukan orang lain.

image from https://rofidalathifah.wordpress.com
image from https://rofidalathifah.wordpress.com

Benarkah demikian?

Bila istrimu seorang dokter, orang yang tidak dikenal aja bisa dirawat setengah mati. Apalagi suami dan anak sendiri kan ya? Pikirmu begitu.

Jangan kaget bila untuk ngurus diri sendiri saja dia nggak ada waktu. Hingga rekan kerjamu terlihat lebih cantik darinya. Meski begitu, jangan lelah memuja. Bahwa ia masih paling cantik di matamu. Percayalah. Nggak ada wanita yang nggak ingin terlihat cantik. Dia hanya melebihkan waktunya untuk hal yang lebih mulia.

Ketika engkau merasa dia tidak menuruti perintahmu, sesungguhnya dia menangis sekencang-kencangnya. Bahwa ada suami yang lebih berhak atas waktunya. Bahwa ada anak yang merindukan kasih sayangnya. Namun seringkali pasiennya tidak bisa menunggu. Karena nyawanya berpacu dengan waktu. Bila atasan sudah bertitah, tidak mungkin untuk tidak melaksanakannya. Mengadulah pada senioritas yang masih merajalela.

Saat hidupnya mulai tertata, mulai banyak orang melihat dirinya. Saat itu pula mungkin dirinya terlihat tidak membutuhkanmu. Dan orang lain tidak berhenti bicara tentangnya. Bahwa dia melebihi dirimu.

Baca Juga : Balada Bila Suamimu Seorang Dokter

Jangan percaya mereka!

Istrimu tetaplah wanita. Apa yang ada pada hidupnya, bukanlah kesalahannya. Dia masih gadis kecilmu, yang sangat suka bila diusap kepalanya. Yang berbunga-bunga saat chat darimu muncul di hapenya.

Tetaplah menjadi imam untuk bersama-sama menuju jalanNya. Tuntunlah ia menjadi istri solehah sebagai surga bagi ananda.

Dia masih istrimu, yang menyiapkan baju untukmu sebelum berangkat untuk mengoperasi pasiennya. Dia masih istrimu, yang berjuang meluangkan waktu saat bekerja untuk memompa ASInya. Dia masih istrimu, yang kau pilih untuk melengkapi separuh agama.

Saat dia akhirnya memutuskan berada di rumah. Ketahuilah, dia juga ingin menjadi dokter spesialis layaknya sahabat dekatnya. Dia juga ingin menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

Namun cintanya padamu mengalahkannya. Bahwa ia sadar, suami dan anaknya lebih membutuhkannya. Bahwa ia menitipkan mimpinya, kepada para dokter diluar sana. Untuk menjadi seseorang yang dalam suatu waktu, pernah ia damba.

Baca Juga : Curhatan Dokter Gigi Freshgraduate

Sumber gambar dan tulisan :

https://rofidalathifah.wordpress.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Alasan-alasan Calon Pasien Menolak Koas Gigi
views 2503
Mahasiswa koas gigi mempunyai mental yang udah terlatih. Hal tersebut menjadikan koas gigi menjadi orang yang hebat. Bagaimana nggak hebat? Berkal...
Sajak Aku; si Mahasiswa FKG dan Temanku
views 1720
Teman... Saat aku masih antri kursi gigi, Kau mungkin sedang mengurusi kursi pelaminanmu.   Teman... Saat aku sedang melengkungkan...
Ini Lho 9 Alasan Kamu Harus Jadi Dokter Gigi
views 7072
Mungkin selama ini orang pada males yah lanjutin sekolah ke perguruan tinggi apalagi jadi DOKTER GIGI. Udah gitu orang juga makin males berhubungan sa...
Suka Duka Saat Co Ass Dokter Gigi
views 11331
Ditulis oleh : Hana Hanifah Misbach Tulisan ini diawali oleh email dari seorang pembaca blog saya yang membagikan kegalauannya pada saya seputar ku...
Curhatan Dokter Gigi Freshgraduate
views 21960
Hi.hi..baru baca di blog tetangga tentang gaji dokter di Indonesia dan dibandiingin sama insinyur-insinyur muda negeri ini...dimana insinyur bisa diga...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id