Anti-Fluoride Club atau Anti-Detergent Club?

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Pasta gigi merupakan bahan kedokteran gigi yang paling banyak dan paling sering digunakan oleh masyarakat awam. Anjuran untuk menyikat gigi 2x sehari dengan pasta gigi merupakan penyebab utamanya. Secara umum pasta gigi terdiri dari bahan abrasif, humektan/pelembab, perasa, pewarna, pewangi, fluoride, dan deterjen yang disatukan dan dibentuk menjadi pasta atau gel. Dari keseluruhan bahan tersebut, dua senyawa yang banyak menjadi bahan perdebatan di masyarakat adalah fluoride dan deterjen.

Fluoride merupakan bentuk senyawa dari unsur kimia yang bernama fluorin. Di alam bebas senyawa ini terdapat dalam tanah dan bisa berpindah ke tumbuhan. Sehingga beberapa makanan dapat mengandung fluoride. Fluoride memiliki kemampuan untuk mencegah gigi berlubang karena dapat berikatan dengan komponen kalsium dari jaringan keras gigi (hidroksiapatit). Bersama dengan kandungan kalsium dari air liur, fluoride dapat mempertahankan kekerasan enamel melalui proses remineralisasi. Tanpa fluor, struktur hidroksiapatit yang lepas akibat pengasaman oleh aktivitas bakteri tidak akan mampu kembali membentuk jaringan enamel secara optimal. Sehingga gigi akan lebih mudah berlubang jika terjadi aktivitas bakteri berikutnya.

Deterjen atau Sodium Lauryl Sulfate adalah bahan penghancur lapisan minyak dan kotoran yang sering digunakan pada pasta gigi, sabun, pembersih wajah, shampoo, maupun deterjen itu sendiri. Ciri-ciri produk yang menggunakan SLS adalah busanya yang melimpah. SLS pada pasta gigi berfungsi untuk memecah plak sehingga lebih mudah lepas dari gigi. Tanpa SLS, plak akan lebih sulit dibersihkan sehingga jaringan gigi lebih rentan terhadap kerusakan atau penumpukan karang gigi.

Bahan-bahan ini dapat menimbulkan alergi pada sebagian orang, terutama SLS. Menggunakan pasta gigi yang mengandung SLS dapat menimbulkan sariawan yang sering dan sulit sembuh. Sehingga bijak jika dipilih pasta gigi yang tanpa SLS. Ketakutan akan keracunan fluoride baru akan terjadi jika orang dewasa menelan dua tube pasta gigi berfluoride secara bersamaan. Fluorosis juga hanya akan muncul dari konsumsi fluoride sistemik secara menahun.

Perlu diketahui bahwa keamanan fluoride maupun SLS pada pasta gigi sudah dijamin oleh BPOM sehingga aman untuk digunakan dalam batas wajarnya. Jadi gunakanlah sesuai anjuran dan jangan lupa sikat gigi 2x sehari.

Berikan Komentar Disini
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.