web tracker 7 FKG Universitas Negeri Terbaik Di Indonesia - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

7 FKG Universitas Negeri Terbaik Di Indonesia

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook1kShare on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1
Ads
Advertisement

Kedokteran gigi adalah ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan. Seseorang yang mempraktikkan ilmu kedokteran gigi disebut sebagai dokter gigi

Berikut 7 Universitas Dengan Jurusan Pendidikan Dokter Gigi Terbaik di Indonesia :

  1.  Pendidikan Dokter Gigi UI (Terakreditasi A)

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKGUI) membuka lembaran hidupnya pada tahun 1961, bertepatan dibukanya kesempatan kepada 71 pemuda-pemudi Indonesia untuk menuntut ilmu di FKGUI.

Hasil ini sebenarnya usaha dari kalangan dokter gigi sejak 1954 dan dari mereka yang berminat memajukan ilmu kedokteran gigi. Mereka bermaksud mendirikan sebuah Fakultas Kedokteran Gigi di Jakarta, mengingat masih banyak dibutuhkan dokter gigi di tanah air. 

Waktu itu perbandingan antara dokter gigi dan penduduk 1 : 200.000, sementara lulusan dokter gigi tiap tahun sangat kecil yakni tidak lebih dari 35 orang yang berasal dari dua fakultas (FKG Unair dan FKG UGM).

Disamping itu, Jakarta sebagai ibukota negara seharusnya mempunyai Fakultas Kedokteran Gigi sebagai cermin dari kegiatan profesi kedokteran gigi. Maka, FKG ini pun didirikan di UI dan diharapkan menjadi salah satu Fakultas Kedokteran Gigi Pembina di Indonesia.

  1. Pendidikan Dokter Gigi Unair (Terakreditasi A)

Fakultas Kedokteran Gigi Airlangga berdiri atas prakarsa Dr. Lonkhuizen yang saat itu menjabat sebagai Kepala Departemen Kesehatan Masyarakat.

Dr. Lonkhuizen mempunyai gagasan untuk membuka sekolah pendidikan dokter gigi di kota Surabaya dan meminta Dr. R.J.F. Van Zaben, Direktur Nederland Indische Artsen School (N.I.A.S.) untuk memimpinnya pada bulan Juli 1928.

Pendidikan Dokter Kedokteran Gigi ini bernama School Tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT, 1928-1942) khusus untuk dokter gigi setempat semasa Indonesia masih dijajah Pemerintah Hindia Belanda.

Sekolah yang dimulai pada 28 September 1928. Pada tahun akademik pertama menerima 21 mahasiswa dengan lama pendidikan 5 tahun, termasuk latihan klinik 3 tahun.

Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945 STOVIT menjadi Ika Daigaku Shika (Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi), dengan direktur pertama Dr.Takeda yang kemudian digantikan oleh Prof.Imagawa.

  1. Pendidikan Dokter Gigi Unpad (Terakreditasi A)

Fakultas Kedokteran Gigi UNPAD didirikan dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 85633/S tanggal 1 September 1959 yang pendiriannya dirintis oleh “Panitia Pembentukan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas”.

Pada awal berdiri, FKG UNPAD bertempat di Jl. Cisangkuy 4, yang kemudian pindah ke Jl. Maulana Yusuf No. 12, Bandung.

Walaupun dengan adanya keterbatasan ini, FKG UNPAD tetap berusaha untuk bekerjasama dengan instansi kesehatan pemerintah yang ada, baik itu Dinas Kesehatan Gigi Kotamadya Bandung dan Rumah Sakit Rancabadak (sekarang Hasan Sadikin), serta peranan bantuan luar negeri (Jepang) yang membuat kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan baik.

Tahun 1965, lulusan pertama sebanyak 12 orang menjadi Dokter Gigi.

Tahun 1972, Fakultas Kedokteran Gigi UNPAD mendirikan Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut, kemudian pada tahun 1982, dibuka program Spesialis Prostodonsia. Tahun 1984, dibuka Spesialis Ortodonsia yang kemudian diikuti dengan Spesialis Pedodonsia.

Tahun 1978, seiring dengan semakin tingginya jumlah mahasiswa dan perkembangan fasilitas pendidikan, Fakultas Kedokteran Gigi UNPAD pindah ke kampus Sekeloa.

Dengan demikian kegiatan akademik dilakukan di dua tempat yaitu Kampus Sekeloa dan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin.

Dengan dibangunnya komplek pendidikan Universitas Padjadjaran di Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat, dan pada tahun 1993 dua gedung baru untuk dekanat dan administrasi telah selesai dibangun di kawasan tersebut, maka pada saat ini Fakultas Kedokteran Gigi mempunyai tiga lokasi kegiatan akademik (kampus jatinangor, kampus sekeloa dan Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Hasan Sadikin)

  1. Pendidikan Dokter Gigi UGM (Terakreditasi A)

Berdirinya Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada diawali sejak didirikannya Perguruan Tinggi Kedokteran Gigi di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten (1948).

Pada tahun ini juga, tepatnya tanggal 5 Maret 1948 diresmikan penggabungan dengan Perguruan Tinggi Kedokteran yang telah ada sejak tahun 1946 di Klaten.

Gabungan dua perguruan tinggi ini diberi nama Perguruan Tinggi Kedokteran dan Kedokteran Gigi bertempat di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten.

Pada tanggal 19 Desember 1949 perguruan tinggi ini bergabung dengan perguruan tinggi yang sudah ada di Yogyakarta, yaitu Sekolah Tinggi Teknik dan Fakultas Hukum dan Sastra, Filsafat dan Kebudayaan dengan nama UNIVERSITIT NEGERI GADJAH MADA.

Pada saat itu Fakultas Kedokteran Gigi masih merupakan gabungan antara Fakultas Kedokteran dan Farmasi dengan nama FAKULTIT KEDOKTERAN, KEDOKTERAN GIGI DAN FARMASI yang bertempat di Mangkubumen, Yogyakarta.

Pada tahun 1955 Fakultas Farmasi memisahkan diri, sementara Fakultas Kedokteran Gigi masih bergabung dengan Fakultas Kedokteran dengan nama FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KEDOKTERAN GIGI.

Oleh Menteri P dan K Republik Indonesia pada tanggal 29 Desember tahun 1960 dengan Surat Keputusan No. 1090/UU ditetapkan berdirinya Fakultas Kedokteran Gigi dengan nama FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS GADJAH MADA.

  1. Pendidikan Dokter Gigi Unhas (Terakreditasi A)

Berdasarkan SK Rektor Universitas Hasanuddin tertanggal 1 Januari 1969, Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso menjadi Departemen Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dan berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0226/1970 tertanggal 27 Juli 1970, maka resmilah kehadiran Departemen Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dalam lingkungan Departeman Pendidikan dan Kebudayaan.

  1. Pendidikan Dokter Gigi Trisakti (Terakreditasi A)

Berdiri sejak 1965, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (FKG Usakti) telah dikenal sebagai penghasil dokter gigi-dokter gigi handal.

Seiring dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, FKG Usakti terus mengembangkan diri serta menjawab segala tantangan pada bidang kedokteran gigi.

Hal ini sesuai dengan Visi FKG Usakti, yaitu menjadi Fakultas Kedokteran Gigi yang terkemuka di Indonesia, bermutu internasional, dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni di bidang kedokteran gigi, untuk meningkatkan kualitas hidup dan peradaban manusia di wilayah Asia Pasifik.

  1. Pendidikan Dokter Gigi USU Medan (Terakreditasi B)

Fakultas Kedokteran Gigi USU merupakan Fakultas Kedokteran Gigi pertama yang berada di luar pulau Jawa.

Didirikan pada tanggal 19 Oktober 1961 berdasarkan SK Menteri PTIP No. 0048/Sek/PU dan diresmikan pada tanggal 3 Nopember 1961.

Fakultas Kedokteran Gigi USU berada di dalam kampus USU dengan alamat    Jl. Alumni No. 2 Kampus USU Padang Bulan, Medan-20155.

Jumlah Dosen Tetap yang dimiliki Fakultas Kedokteran Gigi USU saat ini adalah 82 orang, terdiri dari 11 orang Guru Besar (Profesor/S3), 35 orang (S2/Sp1), dan 36 orang (S1) sedangkan jumlah Dosen Tidak Tetap adalah 168 orang yang berasal dari USU dan luar USU. Empat orang diantara dosen tetap saat ini sedang mengikuti pendidikan program Doktor, 13 orang program Spesialis, dan 1 orang program Magister.    

sumber tulisan dan gambar :

1.http://www.infokampus.net/

2.http://www.123rf.com/ (featured picture)

 

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook1kShare on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1