website statistics
Home > Perawatan Gigi > 5 Gangguan Gigi Dan Mulut Karena Sedang Stres

5 Gangguan Gigi Dan Mulut Karena Sedang Stres

Ads
Advertisement
image from cantiksehatgue.blogspot.com
image from cantiksehatgue.blogspot.com

Pada orang-orang tertentu, stres yang dialaminya bisa mempengaruhi kesehatan gigi dan mulutnya. Oleh karena itu, jangankan psikolog, dokter gigi saja tahu Anda stres.

Bahkan stres maupun gangguan kecemasan rata-rata tidak ditunjukkan dengan gangguan tidur, kelelahan, atau sakit kepala. Justru seringnya kondisi ini muncul sebagai pemicu gangguan gigi dan mulut, mulai dari mulut kering hingga penyakit pada gusi.

“Jika kami menemukan gejala-gejala seperti itu, kami akan melontarkan beberapa pertanyaan pasien untuk mengetahui penyebabnya, termasuk terkait apa yang terjadi di hidupnya,” tutur ahli bedah mulut Dr Sherina Daryanani dari Teeth @ Tiong Bahru Dental Clinic, Singapura.

Lantas gangguan gigi dan mulut apa saja yang mengindikasikan adanya stres? Berikut paparannya seperti dilaporkan Asia One.

1. Gigi berlubang
Gigi berlubang dan radang gusi biasanya muncul karena seseorang enggan membersihkan giginya dengan baik. Salah satunya karena stres. Lagipula stres memicu kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tak sehat, seperti minuman energi atau kopi.

2. Lesi
Sariawan, cold sore (luka yang berisi cairan), lichen planus dan sindrom mulut terbakar adalah sebagian kecil contoh lesi yang muncul saat stres. Sebab stres menurunkan kekebalan seseorang sehingga berkontribusi di balik lesi tersebut.

3. Gigi gemeretak
Menurut Dr Daryanani, bila pasien tak bisa membuka rahangnya sepenuhnya atau merasa tak nyaman saat mengunyah sembari berbicara bisa jadi adalah gejala bruxism atau gigi bergemeretak dengan sendirinya di malam hari. Sebagian besar orang yang mengalami bruxism merasakan stres.

4. Gigi rusak
Kebiasaan menggigiti kuku dapat mempercepat kerusakan gigi, termasuk memaksa otot-otot yang berperan dalam proses mengunyah sehingga memicu myalgia atau nyeri otot. Pada orang-orang tertentu, kondisi ini juga ada kaitannya dengan kebiasaan bruxism.

5. Sindrom mulut kering
Dr Daryanani mempertegas bahwa mulut kering adalah salah satu manifestasi utama dari stres. “Saliva (air liur) mempunyai fungsi perlindungan, jadi ketika mulut mengering dan kurang lembab, dapat memicu gangguan lain seperti gigi berlubang, bibir pecah-pecah atau infeksi jamur,” tandasnya.

Bahkan pada kasus tertentu, mereka yang mengalami sindrom ini juga bisa merasakan susah makan, susah menelan, mengunyah, hingga berbicara.

Sumber tulisan :

http://health.detik.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Retainer Kansal: Sebuah Retainer Ortodontik Lepasa...
views 77
Retainer Kansal merupakan retainer lepasan dan retainer ortodontik tooth-borne yang memiliki komponen kawat dan akrilik. Komponen kawatnya termasuk la...
drg Resza Rizky : di Pagi Hari Lebih Baik Sarapan ...
views 339
image from http://bontang.prokal.co/Kebiasaan yang berkembang di masyarakat,setelah bangun pagi harus sikat gigi dahulu baru kemudian sarapan. Ap...
Dokter Gigi Inggris : Percuma Kamu Gunakan “...
views 126
Seorang dokter gigi berpengalaman asal Inggris, dr Ellie Phillips berpendapat, penggunaan dental floss (benang gigi) adalah hal yang percuma dan hanya...
Wajah Keliatan Peot ketika Tua? Ini Penyebabnya?
views 64
Wajah Anda akan mengalami perubahan saat menua. Ketika penuaan dikombinasikan dengan kehilangan gigi, maka perubahan wajah akan menjadi lebih cepat. K...
12 Langkah Mudah Ke Dokter Gigi Tanpa Rasa Takut
views 209
Odontophobia atau ketakutan dan kecemasan terhadap perawatan gigi dialami oleh sekitar 20 persen populasi di berbagai negara maju. Uniknya odontophobi...
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id