website statistics
Home > Umum > 4 Kesalahan Komunikasi Yang Harus Dihindari Antara Dokter Dengan Pasien

4 Kesalahan Komunikasi Yang Harus Dihindari Antara Dokter Dengan Pasien

Advertisement
Advertisement

Kesalahan komunikasi dapat menyebabkan sejumlah masalah dalam praktek medis. Ketika perhatian dan pesan tidak disampaikan dengan baik, sejumlah besar waktu akan terbuang untuk melakukan hal sia-sia. Tidak bisa menyelesaikan pekerjaan pada waktu yang ditentukan dapat menyebabkan penurunan produktivitas, sehingga pada akhirnya memengaruhi penghasilan dan atmosfer praktek medis secara keseluruhan.

Di sisi lain, jika semua hal disampaikan dengan baik, rasa percaya akan berkembang, dan akhirnya dapat membangun hubungan baik – rasa percaya dan hubungan dokter-pasien yang baik selalu menjadi dua faktor utama dalam memastikan segala sesuatu berlangsung dengan baik, dan produktivitas dijaga dan ditingkatkan. Untuk mencapai hal ini, berikut adalah beberapa kesalahan komunikasi yang harus dihindari:

1. Terlalu lama untuk berkomunikasi

Terkadang, apa yang ingin disampaikan tidak sampai atau tertunda karena ingin menunjukkan sopan-santun dan respek. Namun, jika masalah penting tidak langsung disampaikan, konsekuensinya bisa jadi signifikan. Jika sesuatu yang penting dan harus segera disampaikan ke orang bersangkutan, informasi ini harus segera disampaikan – tidak ada waktu untuk menunda dalam urusan medis, dimana nyawa orang terkadang menjadi taruhannya.

2. Terlalu banyak pujian

Ketika hal negatif perlu disampaikan, beberapa orang mungkin membubuhkan beberapa komentar positif untuk menghibur pendengarnya. Namun, pendengar mungkin bisa salah menginterpretasikannya menjadi sebuah pujian, sehingga hal negatif menjadi terabaikan dan poin penting menjadi tidak sampai. Cara yang lebih baik adalah langsung menyampaikannya, tapi tetap dengan sikap yang sopan.

3. Tidak spesifik

Ketika orang yang bersangkutan tidak spesifik saat menyampaikan sesuatu, sebuah masalah besar dapat muncul. Menyatakan informasi dengan spesifik merupakan hal yang penting, khususnya pada pemilihan kata yang digunakan. Misalnya, kata seperti “kapan saja,” atau istilah “ketika Anda ada waktu” merupakan istilah yang rancu dan mudah disalah-artikan, maka hindarilah kata-kata ini.

Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, jangkan langsung menunjuk atau mengkritik rekan sejawat lain tanpa menjelaskan alasan atau masalahnya. Menyatakan dengan spesifik merupakan sikap yang dibutuhkan oleh rekan sejawat lain sehingga tidak ada yang merasa bersalah, atau tertuduh apalagi ketika mereka dikritik tanpa mengetahui alasannya.

4. Menjadi perhatian dan pelajari ekspresi lawan bicara

Penting untuk ikutserta dan memperhatikan satu sama lain ketika berkomunikasi. Tidak berkonsentrasi kepada lawan bicara akan menjadi komunikasi yang tidak efektif. Selain itu, kedua pembicara juga harus jeli dan penuh perhatian ketika sedang berbicara.

Penting untuk memahami ekspresi, khususnya ekspresi wajah, untuk menghindari kesalahan saat komunikasi yang bisa jadi menuduh dan tidak berguna. Suara dan sikap tubuh juga harus dikontrol sehingga tidak terlihat agresif ke orang lain.

Terima kasih

http://today.mims.com

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
admin
Admin website http://dental.id