web tracker 23 Tukang Gigi Terjaring Razia Di Kebumen - dental.id
Download! Download Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter Gigi Dari PB PDGI

23 Tukang Gigi Terjaring Razia Di Kebumen

Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0
Ads
Advertisement

Satpol PP Pemkab Kebumen merazia tukang gigi yang beroperasi atau membuka praktik di sejumlah tempat, Senin (31/10). Razia yang dibagi dua tim itu menjaring sebanyak 23 tukang gigi.

Tim satu yang dipimpin oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Zuni Sutopo menjaring 15 tukang gigi di Petanahan, Sruweng, Kebumen dan Karanggayam.

Sedangkan tim dua yang dipimpin Kasi Pengawasan dan Penindakan Heru Riyanto menjaring 8 tukang gigi di wilayah Ambal dan Klirong. Masing-masing didata. Bagi tukang gigi yang belum berizin diminta segera mengurusnya.

Kasatpol PP Pemkab Kebumen RAI Ageng Sulistyo Handoko melalui Kabid Penegakkan Perda Sugito Edi Prayitno menegaskan, razia tersebut dilakukan bersama-sama petugas Polres da Kodim 0709/Kebumen.

BACA JUGA :

PROF SOEDIBYO : PASANG GIGI PALSU DI TUKANG GIGI SEPERTI PASANG RANJAU DI MULUT

image from http://ugm.ac.id
image from http://ugm.ac.id

”Penertiban terhadap para tukang gigi itu mendasari Perda 4/2008 tentang Penyelenggaraan Praktik Kesehatan Swasta dan Permenkes 339,” katanya. Ini sekaligus menegakkan perda dan melaksanakan perlindungan masyarakat.

Sesuai aturan, tukang gigi diperbolehkan praktik tetapi harus memiliki kompetensi dan punya izin resmi dari pemerintah daerah. Dari sebanyak 65 tukang gigi di kabupaten berslogan Beriman ini, baru 14 yang berizin. ”Padahal, untuk mengurus izinnya gratis,” imbuh Sugito.

Terpisah, ketua Serikat Tukang Gigi Indonesia (STGI) Kabupaten Kebumen Rusman mengemukakan, keberadaan tukang digi di Kebumen baru tahap penataan.

Pihaknya pun menyambut positif adanya pembinaan dari pihak terkait agar para tukang gigi yang ilegal menjadi legal. ”Ini demi kebaikan bersama, sehingga bagi yang masih ilegal, kami pun siap mengurus izin,” terang Rusman.

Lebih lanjut, penanganan yang dilakukan tukang gigi hanya memasang gigi palsu saja. Untuk penanganan lainnya seperti mencabut, menambal gigi berlubang serta memasang behel tidak diperbolehkan.

Rusman selain membuka praktik di rumahnya, RT 2 RW 4 Desa Adikarto Kecamatan Adimulyo, Kebumen juga menerima panggilan. Ia pun telah mengantongi izin.

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

 

Terima kasih

http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/23-tukang-gigi-terjaring-razia/

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

MK: Tukang Gigi Harus Dibina, Bukan Dihapus
views 739
Upaya Hamdani Prayoga memperjuangkan hak konstitusionalnya selaku tukang gigi membuahkan hasil. Hari ini (15/1), MK mengabulkan permohonan pengujian P...
Politisi PDIP : Desak Pemerintah Bebaskan Tukang G...
views 762
image from http://news.okezone.com/Rahmat Hermawan (27) seorang tukang gigi yang berpraktek sejak tahun 2010, ditangkap dan ditahan di Rutan Polr...
Ini Lho Pasal-Pasal Terkait Kewenangan Tukang Gigi
views 653
POSTING TERKAIT TUKANG GIGI :Politisi PDIP : Desak Pemerintah Bebaskan Tukang Gigi Gusi Membesar Gara-Gara Cabut Di Tukang Gigi? MK: Tukang...
Prof Soedibyo : Pasang Gigi Palsu Di Tukang Gigi S...
views 9826
image from http://ugm.ac.idTenaga yang tidak mengetahui segala pengetahuan ilmiah mengenai kesehatan jaringan rongga mulut dapat fatal ji...
Dokter Gigi Sering Tangani Efek Samping Kerja Tuka...
views 2125
Perwakilan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Harum Sasanti mengungkapkan, banyak dokter gigi yang merupakan rekan kerjanya sering menemukan efek ...
Marketing Tukang Gigi VS Edukasi Dokter Gigi
views 876
Ditulis dan dipublikasikan :Rifqie al harishttp://www.kompasiana.comBarangkali tukang foto itu beda dengan fotografer.Dan sudah pasti ...
Cabut Di Dokter Gigi, Bikin Gigi Palsu Di Tukang G...
views 994
Ditulis dan dipublikasikan : drg. Widya Apsari Sp.PM https://www.facebook.comIni adalah masalah yang tidak akan (belum) ada habisnya menjadi...
Share ke Teman Sejawat....
Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0