website statistics
Home > Perawatan Gigi > 15 Tanda bahwa Anda Perlu ke Dokter Gigi

15 Tanda bahwa Anda Perlu ke Dokter Gigi

Advertisement
Advertisement

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan sebagai bagian dari kesehatan secara menyeluruh. Gigi yang bermasalah tidak hanya mempengaruhi penampilan tetapi juga kualitas hidup seseorang.

Program Kementerian Kesehatan yang telah mencanangkan Indonesia bebas gigi karies pada tahun 2030 tampaknya butuh upaya yang cukup keras. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar terakhir (RISKESDAS, 2013) diperoleh hasil prevalensi karies (gigi berlubang) penduduk di Indonesia sebesar 72,6%, sedangkan penduduk yang memiliki masalah gigi dan mulut yang menerima perawatan dan pengobatan hanya sebesar 31,1%.1 Hal ini jelas menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia masih belum sepenuhnya sadar akan pentingnya untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya ke dokter gigi.

Meskipun kita semua bisa sepakat bahwa kesehatan mulut itu penting, tidak semua orang mengunjungi dokter gigi bila diperlukan. Jika Anda menunda kunjungan ke dokter gigi atau tidak yakin apakah Anda perlu menemui dokter gigi, 15 tanda berikut dapat membantu Anda untuk mengetahui bahwa mungkin sudah waktunya bagi Anda untuk ke dokter gigi.

1. Gigi Sensitif terhadap Panas atau Dingin

Gigi yang sensitif pada saat minum minuman panas atau dingin bisa disebabkan oleh beberapa hal termasuk gigi berlubang, gigi retak, enamel gigi yang terkikis dan penyakit pada gusi. Ini juga bisa menjadi tanda lubang pada gigi, yang harus segera dirawat oleh dokter gigi Anda untuk menghindari rasa sakit dan kerusakan yang lebih serius.2

2. Gusi Bengkak dan/atau Berdarah jika Menyikat Gigi

Gusi berdarah pada saat menyikat gigi atau sakit gusi bisa menjadi tanda radang gusi, tahap awal penyakit gusi. Dengan deteksi dini, radang gusi dapat dirawat sebelum menjadi tahap penyakit gusi yang lebih serius.2

Pembengkakan pada gusi disebabkan oleh pengerasan plak gigi yang berakumulasi di bawah gusi. Gusi yang mengalami pembengkakan sering menjadi tanda gingivitis (radang gusi) atau periodontitis (kondisi peradangan lebih lanjut yang dapat menyebabkan gigi goyang jika tidak dirawat).3

Buat janji bertemu dokter gigi Anda jika Anda mengalami gusi berdarah, sakit, bengkak atau jika Anda memiliki riwayat keluarga penyakit gusi.2

3. Pernah Mendapatkan Perawatan Gigi

Jika Anda memiliki tambalan gigi, gigi mahkota, implan gigi, atau gigitiruan, sebaiknya kunjungi dokter gigi secara rutin untuk memastikan kondisi gigi yang telah dirawat tersebut dan kondisi jaringan di sekitarnya masih dalam keadaan baik. Jika ada perubahan yang signifikan, dokter gigi dapat dengan cepat melakukan penanganan dan perbaikan.4

4. Anda Mencoba Menyembunyikan Senyum Anda

Apakah Anda menyadari akan kondisi pada gigi Anda, seperti kehilangan gigi, celah, gigi berjejal atau kondisi gigi yang menguning? Jika demikian, ada beberapa perawatan kosmetik kedokteran gigi yang tersedia untuk mengubah senyuman Anda menjadi sesuatu yang bisa dengan bangga Anda pamerkan. Misalnya, pemutihan gigi, atau veneer komposit yang dapat menutup kerusakan kecil seperti keretakan dan noda pada gigi. Jadwalkan janji bertemu dengan dokter gigi Anda untuk mengetahui prosedur mana yang dapat membantu mewujudkan senyuman impian Anda.2

5. Memiliki Bau Mulut yang Menetap atau Rasa Tidak Enak di Mulut

Kasus bau mulut pada satu waktu adalah normal. Tapi bau mulut yang menetap bisa menjadi pertanda adanya masalah serius seperti kerusakan gigi atau penyakit gusi. Jika Anda menyikat gigi dan membersihkan gigi secara teratur namun tetap mengalami bau mulut, saatnya menjadwalkan janji bertemu dengan dokter gigi Anda.2,5

6. Anda Sedang Hamil

Perubahan hormonal selama kehamilan dan keadaan postpartum dapat membuat gusi lebih reaktif terhadap plak dan lebih rentan terhadap pembengkakan. Gingivitis pada saat kehamilan adalah kondisi umum yang bisa dikontrol atau dihindari dengan pembersihan yang lebih sering. Selain itu, masalah periodontal dan gusi selama kehamilan dikaitkan dengan berat lahir rendah. Jadi, selain dengan kunjungan rutin ke dokter kandungan Anda, jangan lupa untuk ke dokter gigi demi kesehatan Anda dan bayi Anda.6

7. Rasa Sakit dan Bengkak di Sekitar Mulut, Wajah, atau Leher

Sakit gigi biasanya mengindikasikan adanya lubang tapi bisa juga merupakan tanda penyakit gusi. Demikian pula rasa sakit atau pembengkakan di sekitar mulut, bisa menjadi tanda-tanda infeksi atau masalah kesehatan mulut lainnya. Sakit atau pembengkakan tersebut harus dievaluasi segera untuk menentukan akar masalahnya dan mencegah kerusakan atau rasa sakit lebih lanjut.2

Sangat sulit untuk mengabaikan sakit gigi. Saat sakit gigi menyerang, Anda bersedia melakukan apapun untuk memperbaikinya. Sudah jelas ada yang salah jika Anda mengalami sakit gigi, tapi mungkin lebih serius dari perkiraan Anda. Bahkan jika rasa sakitnya hanya dialami satu atau dua hari, Anda masih perlu menemui dokter gigi. Tubuh Anda mungkin telah melawan infeksi tapi akar penyebabnya masih ada.5

8. Memiliki Kesulitan Mengunyah atau Menelan

Kesulitan mengunyah atau menelan bukanlah kondisi yang normal. Ketidaknyamanan ini biasanya merupakan tanda dari adanya gigi lubang, periodontitis, gigi goyang, dan kondisi lainnya yang mengganggu pengunyaan Anda. Cobalah makan makanan lunak sampai Anda bisa menemui dokter gigi Anda.4

9. Memiliki Kondisi Medis Tertentu

Jadikan bagian dokter gigi Anda bagian dari tim terapi jika Anda memiliki kondisi medis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, gangguan makan, atau HIV positif. Penyakit-penyakit tersebut dapat berdampak pada kondisi kesehatan mulut seperti periodontitis, bau mulut, mulut kering, dan penyakit mulut lainnya.4

10. Mulut Sering Terasa Kering

Mulut kering bisa terjadi karena beberapa alasan berbeda. Terkadang, mulut kering datang seiring bertambahnya usia. Selain itu, mulut kering bisa terjadi sebagai efek samping  dari obat-obatan yang dikonsumsi. Namun, jika tidak ada penjelasan untuk gejala mulut kering yang terjadi secara mendadak, penting bagi Anda untuk mengunjungi dokter gigi Anda. Ini bisa jadi pertanda bakteri atau penyakit dalam mulut.5

11. Perokok, Pengguna Produk Tembakau, atau Minum Alkohol

Merokok, mengunyah tembakau, dan minum alkohol sangat berbahaya bagi kesehatan secara keseluruhan dan kesehatan gigi Anda. Dampak bagi kesehatan mulut seperti bau mulut, kerusakan gigi, hingga kanker mulut telah banyak dilaporkan dari berbagai penelitian. Hindari kebiasaan buruk tersebut, dan lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi.4

12. Sedang Menjalani Perawatan Medis

Sama halnya dengan kondisi medis tertentu yang dialami seseorang, perawatan medis yang dijalani sebagai terapi suatu penyakit (seperti radiasi, kemoterapi atau terapi penggantian hormon) juga dapat berdampak signifikan pada kondisi kesehatan gigi dan mulut Anda. Pastikan dokter gigi menjadi bagian dalam tim untuk terapi kesehatan Anda. 4

13. Sakit pada Rahang

Jika Anda terbangun dengan ketidaknyamanan yang berdenyut di rahang Anda, mungkin inilah saat yang tepat untuk melakukan evaluasi. Ada banyak penyebab nyeri rahang, meliputi kebiasaan menggeruskan gigi (tooth grinding), gangguan TMJ (temporomandibular joint), gigitan yang tidak sejajar, dan bahkan gigi yang tidak rata.7 Jika rahang Anda kadang terasa sakit saat membuka dan menutup mulut, mengunyah atau saat pertama kali Anda bangun, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.4

14. Rasa Sakit di Sekitar Mulut yang Tidak Terlihat

Sariawan bisa sangat umum terjadi pada beberapa orang. Jika sariawan Anda hilang dalam beberapa hari, seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran. Namun, jika sariwan tidak sembuh, Anda perlu segera ke dokter gigi.5

Selain itu, jenis-jenis luka mulut seperti leukoplakia dan kandidiasis juga dapat terjadi tanpa disadari oleh penderita. Jika ada sesuatu yang tidak terlihat atau terasa berada di mulut Anda, dokter gigi Anda harus memeriksa mulut yang sakit, yang dapat berlangsung seminggu atau lebih lama. Kondisi tersebut bervariasi sesuai tingkat keparahan dan penyebabnya. Mulut bisa menjadi gejala penyakit atau kelainan; infeksi dari bakteri, virus atau jamur atau akibat iritasi yang disebabkan oleh kawat gigi, gigi palsu atau ujung gigi yang patah atau tambalan gigi yang tajam.4

15. Sudah Waktunya untuk Pemeriksaan Rutin

Bahkan jika Anda tidak memiliki gejala apapun, pemeriksaan rutin tetaplah penting karena dapat membantu diagnosis dini masalah kesehatan gigi dan mulut Anda, mencegah perkembangannya, serta mengobati gejala yang ada sebelum menjadi lebih parah.4

Menjaga kesehatan mulut Anda sangat penting untuk kesehatan Anda secara keseluruhan. Penting juga untuk menjaga agar dokter gigi Anda mengetahui adanya perubahan dalam keseluruhan kesehatan Anda karena banyak kondisi medis yang dapat mempengaruhi kesehatan mulut Anda.8

Sumber: 15 Signs You Should See Dentist

Berikan Komentar Disini
Advertisement
Advertisement
Share ke Teman Sejawat....Share on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn1Pin on Pinterest0